Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia kini menjadi rujukan internasional melalui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjangkau hampir 60 juta anak setiap hari. Skala jangkauan ini menarik perhatian Kadin Jepang atau Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) untuk melakukan studi banding secara langsung.
Delegasi JCCI menilai sistem distribusi Indonesia sangat masif karena jumlah penerima manfaatnya setara dengan hampir setengah populasi Jepang. Mereka meninjau langsung operasional di SPPG Pasir Putih, Depok, untuk melihat proses memasak hingga distribusi ke sekolah-sekolah.
Ketua delegasi JCCI, Hayashi Hiroto, menyatakan bahwa standar operasional MBG di Indonesia sudah sangat terstruktur dan hampir setara dengan sistem di Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang membedakan adalah pada tahap memasak. Di Jepang, suhu setiap menu diukur sebelum disajikan, dengan standar minimal 80 derajat Celsius untuk memastikan makanan aman," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1).
Sebagai bentuk kerja sama berkelanjutan, pihak Jepang menawarkan program magang bagi siswa SMK jurusan Tata Boga dan pelatihan bagi kepala satuan pelayanan. Pertukaran pengetahuan ini dianggap penting mengingat Jepang telah mengelola program makan siang sekolah selama 137 tahun.
Juru Bicara Badan Gizi Nasional, Dian Fatwa, menjelaskan bahwa kunjungan ini membuktikan kemampuan Indonesia dalam menjalankan program berskala besar.
"Capaian MBG menunjukkan Indonesia mampu menjalankan program berskala masif dan kini menjadi lokasi studi banding. Kolaborasi dengan Jepang akan memperkuat kualitas serta keamanan pangan, sekaligus mempererat hubungan kedua negara," ucap dia.
Para delegasi juga mengapresiasi interaksi sosial dan antusiasme siswa saat menerima paket makanan di sekolah. Program ini tidak hanya fokus pada pemenuhan nutrisi, tetapi juga menunjukkan diterimanya sistem ini dengan baik oleh masyarakat.
(rir)

3 hours ago
1













































