Jejak Mojtaba Khamenei, dari Ilmu Agama ke Palagan Perang Hingga Kini Pemimpin Tertinggi Iran

5 hours ago 2

Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang ditunjuk menggantikan ayahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Majelis Ahli Iran resmi menunjuk Seyyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Senin (9/3/2026). Mojtaba menggantikan posisi ayahnya Ali Khamenei yang syahid dalam agresi Zionis Israel-Amerika Serikat (AS) pekan lalu.

Mojtaba menjadi Wali Agung yang ke-3 di Negeri Para Mullah itu dan resmi menyandang gelar Ayatulloh Haj Seyyed Mojtaba Khamenei.

Tak banyak referensi terbuka tentang latar belakang Mojtaba Khamenei. Namun dari berbagai sumber melacak latar belakangnya yang serupa dengan ayahnya, Ali Khamenei  punya latar belakang militer, dan asam garam pertempuran di medan peperangan. Ia mundur menjadi ulama dan pengajar, dan kembali lagi ke pentas politik atas kebutuhan mutlak kepemimpinan di Teheran.

Mojtaba Khamenei diketahui lahir pada 1969 di Mashhad, sebuh kota di sisi timur ibu kota Teheran, dekat perbatasan antara Afganistan, dan Turkmenistan. Ia merupakan putra ke dua dari enam bersaudara.

Masa sekolahnya dihabiskan pada pendidikan agama di sekolah khusus pengajaran Ayatullah Mojtahedi Tehrani. Semasa mudanya Mojtaba Khamenei ikut dalam etape tengah perang saudara yang dipaksanakan atau dikenal sebagai Perang Irak-Iran, dan Perang Teluk sepanjang 1980-1988.

Pada 1986 ketika Mojtaba Khamenei berusia 17 tahun, bertugas di lini depan peperangan sebagai sukarelawan. Ia merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai Batalyon Habib bin Mazahir dari Divisi ke-27 Mohammad Rasool Allah.

Beberapa perang yang menyertakan namanya sebagai pasukan sukarelawan, ada dalam Operasi Beyt al-Moqaddas ke-2, 3, dan 4. Mojtaba Khameni juga terlibat dalam Operasi Valfajr 10, dan Operasi Mersad yang menjadi etape terakhir perang Irak-Iran pada 1988-1989.

Selepas perang, Mojtaba Khamenei mundur dari kemiliteran, dan memilih kembali belajar agama di Qom. Di salah satu kota sakral bagi penganut paham Syiah itu, Mojtaba Khamenei memperdalam ilmu agama di bidang hadits, fiqih, dan hukum, serta sufistik. 

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research