Jamaah calon haji Indonesia melakukan Tawaf sebagai rangkaian umrah wajib di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (10/5/2025). Sebanyak 2.800 calon haji dari tujuh kloter yang merupakan gelombang pertama pendorongan dari Madinah tiba di Makkah dan selanjutnya melaksanakan umrah wajib.
REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi meminta jamaah haji Indonesia yang segera sampai di Tanah Suci untuk bijak mengatur ritme ibadah di Masjidil Haram. Mereka diimbau tidak memforsir tenaga demi menghindari risiko gangguan kesehatan di tengah cuaca panas Kota Makkah.
Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKP2JH) dan Jamaah Lansia-Disabilitas Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi Ridwan Siswanto menyoroti fenomena euforia ibadah yang kerap memicu jamaah mengabaikan waktu istirahat.
"Banyak calon haji merasa ini momen sekali seumur hidup, jadi fokusnya terus beribadah, digeber, bahkan ada yang sampai semalaman hingga waktu tahajud," ujar Ridwan di Kantor Daker Makkah, Selasa(28/4/2026).
Ia menyampaikan, semangat ibadah yang tinggi tersebut seringkali membuat jamaah kelelahan. Jika fisik sudah terkuras, jamaah dikhawatirkan tumbang dan berhalangan mengikuti jadwal kegiatan wajib dari kelompok terbang (kloter) maupun puncak ibadah haji.
Selain masalah kurang tidur, dalam musim haji sebelumnya, petugas juga menemukan banyak calon haji yang sengaja mengurangi minum. Hal itu dilakukan karena jamaah khawatir sering buang air kecil dan batal wudhu, mengingat jarak tempat wudhu yang cukup jauh jika mereka sudah mendapatkan posisi nyaman di dalam Masjidil Haram.
Menurut Ridwan, kombinasi antara cuaca ekstrem, kelelahan fisik, dan dehidrasi adalah pemicu utama terjadinya serangan panas atau heat stroke. Oleh karena itu, ia mengimbau jamaah untuk tetap terhidrasi dengan metode minum secara berkala.
sumber : Antara

3 hours ago
1













































