Iran Tantang Operasi Darat Amerika, Kesempatan untuk 'Menghabisi' dan Menyandera Tentara AS

2 hours ago 1

Tim pembawa Angkatan Darat AS memindahkan jenazah tentara AS yang tewas akibat balasan Iran di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware, AS, 9 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pasukan keamanan Iran sepenuhnya siap menghadapi potensi operasi sabotase Amerika. Demikian sumber keamanan berpangkat tinggi kepada Press TV pada Selasa.

Menanggapi klaim yang dibuat oleh beberapa sumber Amerika dan Israel tentang serangan udara dan infiltrasi darat ke area-area sensitif tertentu, sumber tersebut mengatakan pasukan keamanan Iran siap menghadapi segala kemungkinan.

Sumber tersebut menegaskan bahwa kesempatan ini akan sangat cocok bagi pasukan Iran untuk membunuh sejumlah dari mereka atau menawan mereka.

"Kami telah mempersiapkan diri untuk hari seperti itu selama 20 tahun. Irak, Afghanistan, Suriah, dan beberapa tempat lain telah menjadi latihan yang baik di lapangan untuk menghadapi musuh seperti itu," katanya dalam percakapan dengan Press TV.

Sumber tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa Amerika akan lebih baik jika  memperhatikan pengalaman pahit di masa lalu dan bahaya mematikan yang menanti mereka.

Para pejabat pemerintahan Trump telah mempertimbangkan gagasan untuk mengirim pasukan darat ke Iran seiring intensifikasi perang Israel-Amerika melawan negara tersebut.

"[Itu] harus [untuk] alasan yang sangat bagus. Dan saya akan mengatakan jika kita pernah melakukan itu, mereka akan sangat hancur sehingga mereka tidak akan mampu bertempur di darat,” kata Presiden AS Donald Trump kepada wartawan di atas Air Force One pada hari Sabtu.

Dalam sebuah laporan pada Ahad, Bloomberg mengatakan Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan pengerahan pasukan khusus untuk merebut persediaan uranium Iran yang hampir setara dengan bahan peledak.

CNN melaporkan bahwa eskalasi semacam itu akan menempatkan sejumlah besar pasukan dalam bahaya sebagai bagian dari misi kompleks untuk mengamankan atau menetralisir berton-ton material radioaktif.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research