Iran soal ancaman serangan AS: Kami kuat tapi tidak ingin berkonflik.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menanggapi ancaman serangan dari Amerika Serikat dengan menegaskan bahwa Iran adalah negara yang kuat dan siap mempertahankan diri, meskipun tidak memiliki keinginan untuk berkonflik. Pernyataan ini disampaikan pasca negosiasi tidak langsung mengenai nuklir antara Iran dan AS di Muscat, Oman, Jumat lalu.
Dubes Boroujerdi menekankan bahwa Iran tetap membuka jalur dialog dengan AS, meski dibayangi ketidakpercayaan akibat pengalaman masa lalu, termasuk insiden serangan di tengah negosiasi. Iran berharap negosiasi kali ini dijalankan secara serius dan menegaskan bahwa Teheran tidak menginginkan perang, melainkan perdamaian dan keamanan di kawasan.
“Jika mereka memang serius, kami akan sangat senang, karena kami tidak menyukai perang dalam bentuk apa pun. Kami menginginkan perdamaian dan keamanan di kawasan, tetapi kami juga siap menghadapi segala bentuk perang,” ucap Boroujerdi.
Dinamika Internal Iran
Menanggapi unjuk rasa meluas di Iran akhir tahun lalu, Dubes Boroujerdi menyampaikan bahwa dinamika internal adalah urusan dalam negeri Iran dan tidak seharusnya dijadikan alasan oleh pihak asing untuk intervensi. Ia menekankan bahwa Iran sebagai negara demokratis menjamin kebebasan berpendapat, namun tindakan yang mengancam keamanan nasional akan ditindak sesuai hukum.
Lebih lanjut, diplomat Iran itu menegaskan bahwa prioritas utama Iran adalah menjaga perdamaian, keamanan, stabilitas, kesejahteraan masyarakat, serta pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Menurutnya, tekanan ekonomi akibat kebijakan sejumlah negara berdampak pada Iran dan berpotensi memengaruhi negara lain mengingat peran strategis Iran sebagai produsen minyak dan gas utama.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Iran menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan atau intimidasi dari pihak luar dan akan menjaga kedaulatan serta keamanannya berdasarkan kekuatan sendiri. “Kami berusaha melalui masa sulit ini, tetapi tidak akan menerima perundungan dari luar negeri. Kami tidak akan menyuap negara mana pun agar perdamaian dan keamanan kami dihormati. Kami berdiri dan mempertahankan kepentingan kami dengan kekuatan sendiri,” tegas Dubes Boroujerdi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

6 hours ago
2














































