Iran Segera 'Bungkus' Rudal Jelajah Anti Kapal China, Bisa Tembus Sistem Pertahanan AL Tercanggih

3 days ago 6

Inspeksi militer Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Hossein Bagheri dan Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Brigjen Amir Ali Hajizadeh menginspeksi rudal-rudal dengan mobil komano.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran dikabarkan segera merampungkan kesepakatan senjata besar dengan China untuk mengakuisisi rudal jelajah anti-kapal CM-302. Laporan Reuters yang mengutip enam sumber terpercaya menyebutkan bahwa langkah ini akan meningkatkan  kemampuan serangan laut Teheran secara signifikan di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Rudal CM-302 merupakan rudal jelajah supersonik yang dirancang terbang rendah di atas permukaan laut dengan jangkauan sekitar 290 kilometer. Teknologi ini diklaim mampu menembus sistem pertahanan udara angkatan laut yang canggih. Para pakar senjata menilai pengerahan sistem ini dapat menjadi ancaman serius bagi aset angkatan laut Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut.

Bersamaan dengan negosiasi rudal tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengintensifkan latihan militer di sepanjang pantai selatan. Unit Pasukan Darat IRGC berpartisipasi dalam "Latihan Gabungan 1404" untuk meningkatkan kesiapan tempur menghadapi eskalasi ancaman.

Latihan ini melibatkan penggunaan micro-drone, amunisi loitering, dan sistem drone Shahed-136. Komandan Pasukan Darat IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Karami, menyatakan seluruh unit, termasuk divisi rudal, artileri, dan lapis baja, telah menerapkan langkah-langkah pertahanan yang terukur.

Rudal Khorramshahr-4

Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya mengerahkan Khorramshahr-4—rudal balistik hipersonik paling mutakhir Iran—di kota rudal yang baru diresmikan. Upacara tersebut dihadiri Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi dan Panglima Angkatan Dirgantara IRGC Brigadir Jenderal Majid Mousavi.

Rudal Khorramshahr-4 memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer dan membawa hulu ledak seberat 1.500 kilogram, dengan tingkat akurasi sekitar 30 meter. Kecepatannya mencapai Mach 16 di luar atmosfer dan Mach 8 di dalam atmosfer, sehingga secara signifikan mempersempit waktu reaksi sistem pertahanan udara lawan.

Rudal ini dilengkapi kendaraan masuk ulang bermanuver (MaRV), sistem pemandu fase menengah, jejak radar rendah, serta ketahanan tinggi terhadap perang elektronik, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan Iran menembus sistem pertahanan canggih.

Peluncuran Khorramshahr-4 bertepatan dengan pengumuman Iran mengenai pergeseran doktrin militernya dari defensif ke ofensif, serta menjelang rencana putaran perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat di Muscat.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research