Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa dampak radioaktif dari serangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr berpotensi menghancurkan kehidupan di ibu kota negara-negara kawasan Teluk Persia. Ia menegaskan, ancaman tersebut justru tidak akan memengaruhi Teheran.
Pernyataan itu disampaikan Araghchi pada Sabtu (4/4), menyusul laporan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel. “Dampak radiasi akan mengakhiri kehidupan di ibu kota negara-negara GCC, bukan Teheran,” ujar Araghchi melalui media sosial X.
Sebelumnya, Organisasi Energi Atom Iran melaporkan bahwa PLTN Bushehr menjadi sasaran serangan yang menyebabkan satu pekerja tewas. Serangan tersebut disebut terjadi dalam beberapa gelombang, termasuk pada 17, 24, dan 27 Maret.
Selain Bushehr, Iran juga melaporkan serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir lain, seperti Natanz pada 1 dan 21 Maret, fasilitas air berat di Khondab pada 27 Maret, serta pabrik konsentrat uranium di Ardakan. Teheran menuding Washington dan Tel Aviv berada di balik rangkaian serangan tersebut.
Ketegangan meningkat sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang mengakibatkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Kekhawatiran atas eskalasi ini juga datang dari Rusia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan negaranya semakin cemas dengan laporan serangan terbaru terhadap PLTN Bushehr.
“Kami mengecam keras aksi yang menyebabkan korban jiwa ini,” kata Zakharova. Ia menambahkan, Rusia tengah mempelajari informasi yang berkembang dan mendesak agar serangan terhadap fasilitas nuklir Iran segera dihentikan guna mencegah dampak yang lebih buruk.
Rusia juga menyerukan perhatian komunitas internasional terhadap situasi di PLTN Bushehr yang dinilai semakin berbahaya, seiring meningkatnya intensitas serangan di kawasan tersebut.
sumber : Antara

6 hours ago
1








































