REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Setelah penantian sepekan, jenazah Kopral Dua (Kopda) Anumerta Farizal Rhomadhon akhirnya tiba di Landasan Udara Adisutjipto Yogyakarta, Sabtu (4/4/2026), sekitar pukul 21.20 WIB 4. Kedatangannya disambut langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X hingga Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Tandyo Budi Revita.
Kedatangan Wakil Panglima TNI dan jajarannya menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara sekitar pukul 20.52 WIB. Setibanya, upacara militer digelar terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan terhadap Kopda Farizal dan Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan di Lanud Adisutjipto.
Tampak beberapa anggota TNI itu membawa karangan bunga. Lebih lanjut, tampak pula keluarga dari dua almarhum berjalan keluar dari pesawat Herkules.
Mereka berjalan dengan perlahan, bahkan salah satu di antaranya ada yang harus dipapah saat berjalan. Setelah itu jenazah Farizal baru dibawa ke rumah duka, Dukuh Ledok, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo sedangkan jenazah Ichwan dibawa menuju rumah duka di Magelang.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan belasungkawa dan harapannya agar insiden gugurnya prajurit TNI dalam misi Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon tidak kembali terjadi.
"Saya mengucapkan belasungkawa, tetapi juga harapan saya peristiwa ini tidak terulang kembali," ujar Sultan.
Ia menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjalankan kesepakatan internasional yang menjadi dasar pelaksanaan misi perdamaian bersama PBB. Menurut Sultan, pascakejadian yang menewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon, pemerintah perlu segera memastikan bahwa seluruh kesepakatan damai yang telah disepakati tetap dijalankan dengan baik.
"Ya, bagaimana kesepakatan-kesepakatan internasional dalam penugasan dari PBB itu bisa konsisten dilakukan," katanya.
Lebih lanjut, Sultan juga menekankan pentingnya langkah evaluasi menyeluruh yang melibatkan Pemerintah Indonesia dan PBB untuk mengungkap penyebab insiden tersebut. "Tuntutan kita kan di situ, di PBB, dan semoga itu bisa dilaksanakan dengan baik. Mengidentifikasi betul ini kealpaan atau kesengajaan, saya kira itu," ujarnya.
Jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon pada Ahad, 29 Maret 2026 itu rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giripeni Wates Kulon Progo pada hari ini, Ahad, 5 April 2026.
Farizal yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mendapatkan penghormatan tertinggi dari negara. Ia dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Kopral Dua (Kopda) Anumerta.
"Yang bersangkutan dinaikkan pangkat KPLB, dari pangkat Praka menjadi Kopral Dua, Kopda," ujar Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah-Aceh, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera, Jumat, 3 April 2026, lalu.
Dimar menambahkan bahwa almarhum Farizal juga memiliki hak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Wates, Kulon Progo. "Kami menyarankan kepada keluarga (Farizal dapat dimakamkan di TMP) demi kehormatan dan simbol negara. Ini juga menjadi contoh, edukasi, motivasi buat masyarakat, termasuk bagi keturunan dan keluarga anak-anaknya (Farizal) nanti," kata Dimar.
Sementara itu, pihak keluarga melalui Kakak ipar Farizal, Fitra Abdul Aziz mengatakan keputusan bulat memakamkan almarhum di taman makam pahlawan Giripeni setelah keluarga pihak laki-laki dan perempuan bertemu dan berembug. Pemilihan taman makam pahlawan diharapkan menjadi warisan moral bagi anak almarhum agar kelak bisa memahami jasa besar dan pengorbanan sang ayah.
"Pertimbangannya yang pertama lebih ke anaknya (Farizal), agar anaknya ketika sudah besar bisa dengan bangga mengetahui jika ayahnya salah satu pahlawan bangsa yang sudah memberikan jasanya ke perdamaian dunia," kata dia. Selain itu, kata Fitra, pertimbangan itu juga untuk masa depan anak almarhum lebih baik. Seperti mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah.

7 hours ago
1








































