Influencer Anti-Islam Dilarang Masuk Inggris, Begini Kronologinya

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Inggris melarang seorang influencer asal Amerika Serikat, Valentina Gomez, masuk ke wilayahnya menjelang rencana aksi kelompok sayap kanan di London.

Melansir The Guardian, Rabu (22/6/2026), Menteri Dalam Negeri Inggris Shabana Mahmood disebut mencabut izin masuk Gomez meski sebelumnya ia telah mendapatkan persetujuan melalui sistem Electronic Travel Authorisation (ETA).

Gomez dijadwalkan menjadi pembicara dalam aksi bertajuk Unite the Kingdom pada 16 Mei yang diorganisir oleh aktivis sayap kanan Tommy Robinson. Sumber pemerintah menyebut keputusan pencabutan izin diambil karena kehadiran Gomez dinilai "tidak kondusif bagi kepentingan publik."

Pemerintah Inggris sebelumnya menggunakan alasan serupa saat menolak kunjungan rapper Kanye West, yang sempat menuai kontroversi akibat pernyataan antisemit dan rasis.

Gomez, 26 tahun, dikenal luas karena pernyataan kontroversialnya terhadap Islam. Dalam aksi serupa tahun lalu, ia menyampaikan retorika keras yang menyasar komunitas Muslim di Inggris.

"Inggris, mereka mengambil senjatamu, mereka mengambil pedangmu, dan mereka memperkosa wanitamu. Kamu tidak punya apa-apa lagi untuk kehilangan, tetapi masih ada harapan. Kamu masih mayoritas. Jadi, kamu harus berjuang untuk bangsa ini atau membiarkan semua Muslim rasis dan politisi korup ini mengambil alih," katanya saat itu.

Pernyataan tersebut memicu kecaman luas karena dianggap mengandung ujaran kebencian. Aksi Unite the Kingdom sebelumnya dihadiri lebih dari 100.000 orang yang menjadikannya salah satu demonstrasi sayap kanan terbesar dalam sejarah Inggris.

Selain pembicara di lokasi, acara tersebut juga menampilkan pesan jarak jauh dari pengusaha teknologi Elon Musk yang kala itu dikritik pemerintah karena dianggap menggunakan bahasa yang provokatif. Mendagri Inggris Mahmood memiliki kewenangan untuk membatalkan izin masuk seseorang ke Inggris.

"Meskipun kami mengakui hak demokratis bahwa setiap orang harus bebas untuk menyampaikan pandangannya secara damai, hal ini tidak termasuk mempromosikan kebencian dan pandangan ekstremis," kata ia.

Setelah kabar pelarangan itu mencuat, Gomez merespons melalui media sosial dengan menyatakan tetap akan datang ke Inggris. Ia juga melontarkan pernyataan yang kembali memicu kontroversi.

Keputusan pemerintah ini muncul di tengah tekanan publik. Tokoh independen di House of Lords, Shaista Gohir, sebelumnya meminta pemerintah menolak masuknya Gomez demi konsistensi kebijakan.

Sementara itu, Muslim Council of Britain menilai kebijakan awal yang sempat mengizinkan Gomez masuk menunjukkan standar ganda dalam penerapan kebebasan berbicara, yang berpotensi berdampak pada keamanan publik.

Di sisi lain, selebritas televisi Sharon Osbourne juga menuai kritik setelah menyatakan akan menghadiri aksi tersebut. Organisasi amal tunawisma Centrepoint bahkan disebut akan memutus hubungan kerja sama sebagai respons atas sikap tersebut.

(miq/miq)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research