Indeks Pembangunan RI Membaik, Tapi Barat-Timur Beda Nasib

13 hours ago 2

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

30 April 2026 11:50

Jakarta, CNBC Indonesia - Kualitas pembangunan manusia di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,90 atau naik 0,83 poin dari tahun sebelumnya.

Kenaikan ini didorong oleh peningkatan daya beli serta perbaikan berkelanjutan di sektor pendidikan dan kesehatan.

Namun, ketimpangan pembangunan manusia di Indonesia masih terlihat jelas ketika membandingkan Kawasan Barat Indonesia dan Kawasan Timur Indonesia.

Di saat DKI Jakarta mencatat IPM 85,05 dan masuk dalam kategori IPM sangat tinggi, sebaliknya Papua Pegunungan masih berada di angka 54,91.

Indeks Pembangunan Manusia Kawasan Barat Indonesia

Provinsi-provinsi di Indonesia Barat yang mencakup Sumatra, Jawa, dan Kalimantan, secara umum mencatatkan IPM yang tinggi. Bahkan beberapa wilayah telah masuk kategori sangat tinggi.

DKI Jakarta memimpin dengan IPM 85,05, diikuti DI Yogyakarta 82,48 dan Kepulauan Riau 80,53. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingginya capaian IPM merupakan cerminan dari akumulasi investasi pembangunan manusia yang berkelanjutan, seiring dengan pemusatan aktivitas ekonomi dan tingginya tingkat urbanisasi di wilayah-wilayah tersebut

Selain itu, di Pulau Jawa hampir seluruh provinsi berada di kisaran IPM 74-82, menunjukkan konsistensi pembangunan manusia yang relatif merata dibanding wilayah lain.

Indeks Pembangunan Manusia Kawasan Timur Indonesia

Berbeda dengan barat, Indonesia Timur meliputi Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua masih menghadapi tantangan besar.

Namun, terdapat pengecualian seperti Bali dengan IPM 79,37 dan Sulawesi Utara 76,32 yang menunjukkan performa cukup baik. Namun secara keseluruhan, banyak provinsi masih berada di kategori sedang, bahkan rendah.

Provinsi dengan IPM rendah, umumnya berada di provinsi-provinsi Daerah Otonom Baru (DOB). Kondisi ini menunjukkan masih besarnya tantangan dalam meningkatkan pembangunan manusia di wilayah DOB.

Kesenjangan paling tajam terlihat di Papua. Papua Pegunungan dengan IPM 54,19, Papua Tengah IPM 60,64, dan Papua Barat IPM 68,48.

Ketertinggalan di wilayah Timur Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor geografis, keterbatasan infrastruktur, serta masih minimnya akses terhadap layanan dasar pendidikan dan kesehatan. Selain itu, ketimpangan ini juga merupakan akibat dari kebijakan pembangunan dan investasi yang selama ini lebih terpusat di wilayah Barat.

(mae/mae)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research