IHSG Melemah 0,58 Persen, Aksi Profit Taking Bayangi Perdagangan

5 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (14/1/2026) sore ditutup melemah seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar di tengah minimnya katalis baru. IHSG ditutup melemah 52,03 poin atau 0,58 persen ke posisi 8.884,71. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,43 poin atau 0,17 persen ke posisi 866,55.

“Pelemahan IHSG di akhir sesi lebih dipengaruhi oleh aksi profit taking yang agresif setelah indeks menyentuh area psikologis penting (9.000),” ujar Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Di tengah minimnya katalis baru, Reydi mengatakan pelaku pasar cenderung mengambil sikap defensif, terutama menjelang ketidakpastian arah pasar global dan kehati-hatian terhadap pergerakan lanjutan suku bunga global.

Dari sisi sektoral, ia melanjutkan bahwa tekanan terbesar datang dari saham-saham berisiko tinggi dan bersifat spekulatif, khususnya di sektor energi dan pertambangan, yang terkoreksi cukup dalam.

“Koreksi pada saham-saham ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pelemahan IHSG secara keseluruhan,” ujar Reydi.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yang dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,81 persen, diikuti sektor industri serta sektor transportasi dan logistik yang masing-masing naik 2,54 persen dan 2,26 persen.

Sementara itu, lima sektor melemah, dengan sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 0,94 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor keuangan yang masing-masing turun 0,81 persen dan 0,64 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MSKY, DKHH, KPIG, APLN, dan SOCI. Adapun saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HILL, NRCA, IRSX, DOOH, dan PBSA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 5.072.603 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 74,40 miliar lembar saham senilai Rp 40,10 triliun. Sebanyak 279 saham naik, 435 saham menurun, dan 97 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Hang Seng menguat 376,69 poin atau 1,44 persen ke 26.608,48, indeks Shanghai menguat 44,85 poin atau 1,09 persen ke 4.165,29, serta indeks Strait Times menguat 22,11 poin atau 0,47 persen ke 4.766,77.

Sementara itu, indeks Nikkei (Jepang) libur memperingati hari libur nasional negara tersebut.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research