REPUBLIKA.CO.ID, BLANGKEJEREN, – Seorang ibu rumah tangga di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, terpaksa menjadi buruh petik kopi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga setelah banjir bandang melanda daerah tersebut pada November 2025. Marina (23), penyintas banjir sekaligus warga setempat, mengungkapkan bahwa kebun kopi keluarganya yang menjadi sumber penghidupan kini terbengkalai. Banjir menghanyutkan peralatan pertanian penting seperti alat semprot dan obat tanaman.
Lahan lain milik mereka yang baru disiapkan untuk tanaman tembakau dan cabai seluas setengah hektare juga rusak. Kondisi ini membuat Marina merasa harus membantu suaminya mencari penghasilan tambahan dengan menjadi buruh tani, karena kebun miliknya belum bisa digarap kembali.
Selama bulan suci Ramadhan, Marina mendapatkan upah dari memetik kopi jenis Robusta Gayo sebesar Rp100.000 hingga Rp120.000 per hari, dengan total sekitar Rp1,6 juta per pekan jika hasil panen banyak. "Lumayan buat tambahan. Gak bisa lah cuma suami saja sekarang ini yang bekerja, saya juga ikut, apalagi sudah ada anak kan," ujarnya.
Marina berharap kondisi ekonomi keluarganya dapat segera pulih melalui usaha sendiri, meskipun saat ini mereka mendapat bantuan berupa hunian sementara dan akses jalan serta jaringan listrik dari pemerintah. Pasangan yang menikah muda ini baru sehari menempati hunian sementara sebelum memasuki bulan Ramadhan. Sebelumnya mereka mengungsi di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Gayo Lues selama tiga bulan.
Di posko pengungsian, bayi mereka sering sakit akibat keterbatasan fasilitas. Namun, kondisi lebih baik di hunian sementara dengan adanya kunjungan rutin bidan puskesmas. "Di sini anak saya jauh lebih sehat, karena terurus," tambah Marina.
Desa Agusen termasuk daerah yang terdampak signifikan oleh banjir bandang. Dari total 279 keluarga, 155 kepala keluarga menempati hunian sementara karena rumah mereka rusak atau hancur. Hunian sementara tersebut dibangun oleh prajurit TNI AD dengan koordinasi BNPB dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.
Data BNPB hingga Selasa (10/3) menunjukkan bahwa kebutuhan hunian sementara di Kabupaten Gayo Lues mencapai 1.713 unit, dan 1.518 unit telah selesai dibangun, termasuk di Desa Agusen. Setiap hunian dilengkapi fasilitas seperti kasur, kipas angin, kompor gas, jaringan listrik, dan air bersih.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
2













































