GoTo mencetak laba bersih perdana sebesar Rp171 Miliar pada kuartal I 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI: GOTO) membukukan laba bersih untuk pertama kali sebesar Rp171 miliar pada kuartal I 2026. Capaian ini berbalik dari rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan bersih GoTo tumbuh 26 persen menjadi Rp5,3 triliun, seiring pertumbuhan gross transaction value (GTV) inti sebesar 65 persen menjadi Rp138 triliun. Total GTV tercatat Rp236 triliun atau naik 63 persen secara tahunan.
Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo mengatakan, capaian ini mencerminkan perbaikan kinerja bisnis secara menyeluruh. “Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami. Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” kata Hans dalam siaran pers di laman resmi perusahaan.
Direktur Keuangan GoTo Simon Ho mengatakan, peningkatan kinerja ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang lebih cepat dibanding biaya. “Pertumbuhan pendapatan melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis fintech maupun on-demand services,” kata Simon.
EBITDA disesuaikan tercatat Rp907 miliar atau naik 131 persen secara tahunan. Sementara arus kas bebas disesuaikan mencapai Rp1,3 triliun, menunjukkan perbaikan fundamental bisnis.
Jumlah pengguna bertransaksi tahunan meningkat 22 persen menjadi 69 juta. Perseroan juga mencatat kontribusi imbalan jasa e-commerce dari Tokopedia sebesar Rp288 miliar.
GoTo menilai pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan mulai menekan biaya layanan serta meningkatkan efisiensi operasional.
Untuk 2026, perseroan mempertahankan target EBITDA disesuaikan sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun. Proyeksi ini tetap mempertimbangkan ketidakpastian makroekonomi global dan persaingan pasar.

4 hours ago
1













































