Global Peace Convoy Indonesia Bersiap Tembus Gaza Melalui Laut dan Darat

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), konsorsium lembaga-lembaga filantropi dan aktivisme kemerdekaan Palestina di Indonesia menyiapkan pengerahan sebanyak 100 truk untuk ikut serta dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2026. GPCI, pada Kamis (26/2/2026) mengumumkan resmi partisipasi kembali Indonesia dalam misi GSF menembus blokade Zionis Israel terhadap Gaza, di Palestina. Misi kemanusian internasional tersebut, tahun ini akan melalui rute laut dan darat. 

“GPCI akan mengirimkan 100 truk bantuan untuk konvoi darat, dan ikut berpartisipasi dalam konvoi laut untuk kembali membongkar blokade Zionis Israel terhadap warga Gaza di Palestina,” ujar Koordinator Dewan Pengarah GPCI Maimon Herawati saat Launching GPCI untuk GSF 2026, di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Ada pergeseran tanggal dan penambahan misi dalam konvoi GSF Musim Semi 2026 kali ini. Semula dari pembahasan bersama di Afrika Selatan (Afsel) beberapa waktu lalu, GSF Jilid 2 tahun ini membulatkan 29 Maret 2026 sebagai keberangkatan serempak.

Namun dalam pembahasan teranyar, dibulatkan tanggal 12 April 2026 sebagai hari konvoi bersama. Kata Maimon, semula ada empat kelompok yang tetap angkat jangkar berlayar mengarungi Laut Mediterania menuju perairan Gaza. Yakni Sumud Nusantara yang merupakan kelompok payung GPCI, dan Sumud Maghribi, Freedom Flotilla Coalition, serta Thousand Madleens to Gaza. Namun turut bergabung dalam misi yang sama dari kelompok aktivisme Palestina lainnya, Global March to Gaza, dan the People’s Flotilla Movement untuk ikut konvoi melalui darat menuju Gaza. 

Karena itu, Maimon mengatakan, gelombang GSF tahun ini bakal lebih besar dari tahun lalu. Karena ditargetkan, relawan dan aktivis yang akan turut berpartisipasi dalam misi pelayaran dan konvoi darat kemanusian menuju Gaza lebih dari 10 ribu orang, yang berasal dari kurang lebih 100 negara. Sementara ini, kata Maimon, kesediaan kapal untuk konvoi laut sendiri sebanyak 100 kapal, dan akan terus ditambah agar bisa membawa sekitar 3.000 peserta pelayaran. “Perkiraan partisipasi pada konvoi laut, melebih 3.000 orang, dan jumlah partisipan konvoi darat diproyeksikan lebih besar dari konvoi laut,” ujar Maimon.

GPCI akan membagi para partisipannya untuk mengikuti misi GSF tahun ini melalui jalur laut, maupun darat. “Untuk armada laut, direncanakan untuk memberangkatkan sedikitnya 100 kapal dari pelabuhan-pelabuhan di Mediterania, seperti dari Barcelona (Spanyol), Tunisia, Italia, dan Yunani. Dan konvoi darat, akan bergerak melalui negara-negara di Afrika Utara, dan beberapa negara Asia menuju Gaza dengan membawa bantuan kemanusian dan tim pendukung lainnya,” ujar Maimon. 

Kata dia, para partisipan GSF tahun ini, tetap memprioritaskan relawan umum dan aktivis dengan latar belakang dokter atau tenaga kesehatan, perawat dan tim trauma healing, kapten, serta kru kapal, teknisi dan engineer, kalangan jurnalis, eco builder, guru-guru dan pendidik, juga tim hukum. Maimon memastikan, GSF 2026, seperti halnya misi serupa GSF 2025 yang memegang prinsip-prinsip nonkekerasan, independensi sipil, transparan-akuntabel, dan patuh terhadap prinsip-prinsip hukum internasional, serta motivasi solidaritas berbangsa merdeka. 

Konvoi dari Indonesia...

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research