REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Alat utama sistem senjata (alutsista) berupa tiga Rudal Rapier terpasang gagah di Bundaran Jati, Kota Cimahi, Jawa Barat. Pemasangan alutsista itu merupakan upaya Pemkot Cimahi untuk menambah estetika serta mengenalkan sejarah militer kepada masyarakat luas.
"Itu kan aksesoris dari pembangunan Bundaran Cihanjuang jadi salah satunya pemasangan alutsista Rudal Rapier," kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Amy Pringgo Mardani saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026).
Rudal yang dipasang di Bundaran Jati yang merupakan titik pertemuan kendaraan dari arah Jalan Rd. Demang Hardjakusumah-Jalan Jati dan Jalan Daeng Ardiwinata (Jalan Cihanjuang) merupakan buatan Inggris tahun 1984. Alutsista itu dihibahkan Pusat Persenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud).
Pemasangan Rudal Rapier itu melengkapi estetika kota di Bundaran Jati yang sebelumnya sudah dilengkapi dengan taman. Bundaran tersebut baru rampung dibangun akhir tahun 2025 dengan buaya Rp2.243.187.675, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.
Selain estetika, keberadaan alutsista itu semakin mempertegas identitas Cimahi sebagai kota yang cukup kental dengan militer. Cimahi memegang peranan penting dalam perjalanan sejarah kolonialisme Belanda, pendudukan Jepang, hingga era perang kemerdekaan. Sejak zaman kolonialisme, Cimahi difungsikan menjadi tangsi militer Belanda.
"Faktanya 30 persen memang di daerah historisnya seperti itu dari zaman Belanda, sudah seperti itu. Tapi bukan berarti ini kawasan militer, di titik lain ada (alutsista) yang berbeda tematiknya," ujar Amy.
Bundaran Jati dibangun untuk mengurai kemacetan horor di kawasan tersebut khususnya saat jam sibuk pagi dan sore hari. Sebab, kawasan itu merupakan titik pertemuan kendaraan dari tiga ruas jalan yang memiliki mobilitas tinggi.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Cimahi, panjang jalan baru di kawasan Bundatan Jati mencapai 45 meter dan lebar 7 meter, pelebaran Jalan Daeng Ardiwinata hingga 8,5 meter, dan Jalan Rd. Demang Hardjakusumah 1,5 meter. Di kawasan itu juga akan dibangunkan drainase sepanjang 164 meter dengan dimensi 0,8 meter × 0,8 meter serta pembuatan trotoar dengan pasangan sandsetin 258 meter persegi serta desain pulau berbentuk bundaran.
"Dengan adanya bundaran yang baru saja kontruksinya selesai dibangun itu tentu saja berdampak signifikan terhadap lalu lintas, jadi lebih lancar," kata Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, M Nur Effendi.

6 hours ago
2













































