Aktor Robert Downey Junior menggenggam Piala Oscar 2024. Matthew McConaughey memprediksi, dalam waktu dekat nominasi Oscar tidak lagi hanya akan diisi manusia, melainkan oleh entitas yang lahir dari barisan kode algoritma yaitu aktor AI.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Matthew McConaughey memprediksi, dalam waktu dekat nominasi Oscar tidak lagi hanya akan diisi manusia, melainkan oleh entitas yang lahir dari barisan kode algoritma yaitu aktor AI. Menurut dia, teknologi kecerdasan buatan (AI) bukan sekadar ancaman bagi ketersediaan lapangan kerja, melainkan serangan langsung terhadap prestise yang selama ini dijaga ketat oleh Hollywood.
Melawan AI dengan retorika moral dianggapnya sudah terlambat, mengingat studio-studio besar kini mulai mengadopsi teknologi ini sebagai alat pencipta karya seni. "Jadi saya ingin bilang, miliki dirimu sendiri. Suara, penampilan, dan sebagainya. Daftarkan merek dagangnya. Lakukan apa pun yang perlu kamu lakukan sehingga ketika saatnya tiba, tidak ada yang bisa mencuri dirimu," kata McConaughey dilansir laman Entertainment Weekly, Jumat (20/2/2026).
Kekhawatiran McConaughey bukan tanpa alasan. Ia memprediksi bahwa dalam waktu kurang dari lima tahun, kategori penghargaan di ajang bergengsi seperti Oscar akan mulai mengakomodasi peran-peran yang dihasilkan oleh AI. Hal ini akan memicu perdebatan mengenai apakah emosi yang dihasilkan oleh algoritma layak disejajarkan dengan kerja keras manusia.
"Ini pasti akan menyusup ke kategori kita. Apakah ini akan menjadi kategori lain? Akankah kita, dalam lima tahun, memiliki nominasi aktor AI terbaik? Itu akan ada di depan kita dengan cara yang bahkan tidak kita sadari. Jadi persiapkan diri untuk itu. Kuasai jalurmu sendiri, sehingga kamu setidaknya memiliki kendali ketika itu mulai melanggar batas," ujar McConaughey.
Berbicara soal aktor AI, sutradara film Avatar James Cameron, menegaskan dirinya sama sekali tidak tertarik menggunakan aktor AI dalam proyek filmnya. Cameron tetap menjadi pembela garis keras bagi kreativitas manusia, yang menurutnya lahir dari pengalaman hidup, trauma, dan cinta yang tidak mungkin dimiliki oleh barisan kode generatif. Di mata Cameron, AI hanya mampu meniru, tetapi tidak bisa benar-benar menciptakan karakter unik yang orisinal.

2 hours ago
1













































