Dua Penerbangan Haji Indonesia dari Saudia Alami Gangguan Teknis, Jamaah Diinapkan di Lima Hotel

5 hours ago 2

Penerbangan Haji dari maskapai Saudi Airlines (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melaporkan, dua penerbangan haji dari maskapai Saudia Airlines mengalami kendala saat akan mengangkut jamaah haji Indonesia ke Madinah, Arab Saudi.

Juru Bicara Kementerian Haji, Maria Assegaf mengatakan pesawat rute Surabaya-Madinah dan Batam-Madinah tersebut mengangkut rombongan jamaah haji. “Adanya beberapa kendala teknis pada penerbangan calon jamaah haji yang saat ini dalam penanganan,” ujar Maria Assegaf dalam siaran konferensi pers di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan kendala pertama terjadi pada Ahad (26/4/2026), ketika pesawat Saudi Airlines yang melayani rute Surabaya–Madinah melakukan pendaratan teknis di Bandara Kualanamu, Medan, akibat gangguan hidrolik.

Sebanyak 380 calon haji terdampak telah difasilitasi akomodasi di tiga hotel terpisah di sekitar bandara. Mereka juga terus mendapatkan layanan serta pendampingan dari petugas.

Kendala kedua terjadi pada Senin (27/4/2026), saat pesawat maskapai yang sama yang melayani jamaah embarkasi Batam kelompok terbang (Kloter) 5 mengalami gangguan teknis pada sistem flight control setelah tiba di Bandara Hang Nadim.

Maria menyebutkan proses perbaikan pesawat masih berlangsung sambil menunggu kedatangan suku cadang yang diperlukan. Untuk sementara, jamaah diberikan opsi akomodasi di lima hotel berbeda dengan pendampingan penuh dari petugas.

Kemenhaj memastikan calon jamaah haji tetap mendapatkan pelayanan maksimal selama proses penanganan berlangsung.“Koordinasi terus dilakukan dengan pihak maskapai dan seluruh pihak terkait untuk mempercepat penanganan ini,” ujar Maria.

Hingga hari ketujuh masa operasional haji atau Minggu pukul 24.00 WIB, sebanyak 88 Kloter dengan 34.657 orang telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah itu, 78 Kloter diantaranya atau 30.611 orang telah tiba di Madinah.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research