DPRD Gorontalo Utara dukung konsep desa wisata KAT Didingga.
REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO, – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Dedy Dunggio, menyatakan dukungan penuh terhadap konsep desa wisata yang digagas anggota DPR RI Rachmat Gobel. Konsep ini direncanakan untuk menata pemukiman Komunitas Adat Terpencil (KAT) Didingga di Dusun Buade, Desa Didingga, Kecamatan Biau, pada Senin (29/6).
Dedy menilai gagasan Rachmat Gobel untuk mengubah pemukiman KAT Didingga yang selama ini menjadi wilayah rawan banjir menjadi sebuah desa wisata adalah sebuah ide yang sangat brilian. "Pak Rachmat menggagas KAT Didingga yang menjadi wilayah rawan banjir untuk ditata menjadi desa wisata. Tentu konsep ini sangat brilian," kata Dedy.
Realisasi gagasan ini memerlukan perjuangan agar daerah menerima alokasi anggaran. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur, menata pemukiman, serta memberikan program-program langsung yang produktif bagi masyarakat, seperti di sektor pertanian, peternakan, dan usaha lainnya.
Dedy mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan perjuangan ini. Tujuannya agar daerah mendapatkan alokasi anggaran untuk merealisasikan konsep tersebut, terlebih pemerintah daerah dan desa telah bersepakat untuk mendukung penuh gagasan itu.
Harapan Penataan Infrastruktur
DPRD Gorontalo Utara juga berharap penataan infrastruktur, khususnya pembangunan tanggul pengaman sungai yang representatif oleh pihak Balai Sungai, dapat berjalan dengan lancar. Dengan perencanaan yang tepat, Wisata Desa Didingga yang didukung oleh kekayaan sumber daya alam yang tersedia diharapkan dapat mudah terwujud.
Pemukiman KAT Didingga memang sering dilanda banjir akibat debit air Sungai Didingga yang tidak tertampung. Kondisi ini diperparah dengan jebolnya tanggul pengaman yang mempercepat luapan air masuk ke pemukiman warga.
Setelah meninjau langsung lokasi, Rachmat Gobel melihat potensi besar dari pemukiman yang dikelilingi perbukitan hijau dan indah tersebut. Ditambah lagi dengan kondisi tanah yang subur sehingga mudah ditumbuhi berbagai jenis tanaman. Kondisi inilah yang memunculkan gagasan untuk mengubah desa tersebut menjadi desa wisata, yang diharapkan dapat menjadi sumber perekonomian baru bagi sekitar 65 kepala keluarga yang bermukim di sana.
"Pemerintah daerah termasuk DPRD pun sangat sepakat dan mendukung gagasan tersebut," tegas Dedy.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

6 hours ago
2















































