Falintino, anak muda asal Sambas, Kalimantan Barat, yang memanfaatkan Youtube dan TikTok untuk berkarier di dunia kreatif digital.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri kreatif Indonesia kini tidak lagi didominasi oleh kreator yang tinggal di kota besar. Kehadiran akses internet yang merata telah mengubah pola tersebut, memberikan peluang yang relatif sama bagi siapa saja untuk memproduksi karya dan menjangkau audiens secara nasional dari mana pun mereka berada.
Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh Falintino, anak muda asal Sambas, Kalimantan Barat. Melalui kanal YouTube dan akun TikTok @aprilfullskin, ia membangun audiens dan komunitas digitalnya secara bertahap dari daerah asal, tanpa merasa harus pindah ke ibu kota untuk memulai karier di dunia kreatif.
Bagi Falintino, ketersediaan infrastruktur digital saat ini membuat lokasi geografis bukan lagi hambatan utama dalam berkarya. “Dulu, banyak yang beranggapan bahwa untuk sukses di industri kreatif, kita harus berada di pusat kota. Sekarang, internet memungkinkan kita untuk memproduksi karya berkualitas dari mana saja, termasuk dari daerah,” ujar Falintino dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Senin (29/6/2026).
Membangun audiens dari daerah tentu memerlukan proses yang tidak instan. Pencapaian Falintino yang mengembangkan kanal YouTube-nya hingga melampaui 120 ribu subscribers merupakan hasil dari ketekunan jangka panjang dalam memahami preferensi penonton serta menjaga produktivitas.
Di tengah persaingan platform digital yang ketat, ia menilai bahwa daya tahan seorang kreator diuji dari kemampuannya untuk terus beradaptasi dan menyajikan konten yang memiliki nilai bagi masyarakat. “Dunia kreatif ini sangat dinamis. Kuncinya adalah sabar dan terus belajar. Jika kita konsisten memberikan nilai positif melalui karya, audiens pasti akan melihatnya,” kata dia.

3 hours ago
2















































