DPKP Kalsel Tingkatkan Pengendalian Hama Demi Stabilitas Produksi Padi

8 hours ago 2

DPKP Kalsel perkuat pengendalian hama untuk jaga produksi padi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU, – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) memperkuat pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dengan menurunkan tim Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) sejak fase tanam demi menjaga produksi padi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi serangan hama seperti tungro, wereng cokelat, dan wereng hijau yang dapat menurunkan hasil panen.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, pada Selasa di Banjarbaru mengatakan bahwa seluruh personel POPT telah dikerahkan melalui Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) untuk melakukan pemantauan intensif di sentra produksi. Hal ini bertujuan memastikan respons cepat di lapangan guna menekan risiko serangan dan melindungi produktivitas petani.

Syamsir menegaskan bahwa pengendalian hama harus dilakukan secara terpadu dengan pendekatan preventif dan responsif, termasuk penggunaan benih unggul tahan penyakit. Varietas unggul seperti Inpari 32 telah diuji coba dan mulai diterapkan untuk menekan potensi serangan hama dan menjaga produktivitas tetap optimal.

Gerakan Lahan Pangan Bersertifikat

DPKP Kalsel juga mengakselerasi Gerakan Lahan Pangan Bersertifikat untuk memastikan hasil produksi aman dari gangguan hama dan memenuhi standar legalitas serta daya saing. Program ini terintegrasi dengan kebijakan stabilisasi melalui gerakan pangan murah, mendukung ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Konsistensi penguatan produksi melalui pengendalian hama dan intervensi teknologi pertanian berkontribusi pada capaian Kalimantan Selatan sebagai peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan nasional 2025 dengan skor 82. Pada 2026, pemerintah provinsi menargetkan mempertahankan capaian tersebut dengan memperkuat inovasi berbasis pengendalian risiko produksi.

Berdasarkan capaian 2025, Kalimantan Selatan mampu memproduksi padi sekitar 1,2 juta ton, menjadikannya satu-satunya provinsi di Kalimantan yang mengalami surplus produksi padi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research