Pemain muda Arsenal Max Dowman (ketiga kiri) mencetak gol ke gawang Everton dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, London, Ahad (15/3/2026) dini hari WIB.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Malam penuh drama terjadi di Stadion Emirates, London. Seorang remaja 16 tahun, Max Dowman, mencetak sejarah menyumbang gol bagi Arsenal untuk memastikan kemenangan dramatis 2-0 atas Everton dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Ahad (15/3/2026) dini hari WIB.
Dowman menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah liga setelah mencetak gol pada masa tambahan waktu. Dikutip dari BBC, usianya baru 16 tahun 73 hari, memecahkan rekor lama milik James Vaughan yang mencetak gol untuk Everton pada 2005 dalam usia 16 tahun 270 hari.
Pertandingan sempat berjalan alot. Everton tampil disiplin dan nyaris mencuri gol lebih dulu pada babak pertama. Dwight McNeil hampir membuka skor, tetapi tembakannya diblok secara akrobatik oleh Riccardo Calafiori sebelum peluang lainnya membentur tiang gawang.
Arsenal juga sempat menuntut penalti ketika Michael Keane berbenturan dengan Kai Havertz di kotak penalti. Namun, wasit tidak menggubris protes tersebut dan skor tetap bertahan tanpa gol hingga mendekati akhir laga.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-89. Umpan silang Dowman gagal diantisipasi dengan baik oleh kiper Everton, Jordan Pickford. Bola kemudian mengarah ke penyerang Arsenal Viktor Gyokeres yang dengan mudah menuntaskannya menjadi gol pembuka.
Everton kemudian mengerahkan seluruh pemainnya untuk mengejar gol penyama kedudukan melalui situasi bola mati di masa tambahan waktu. Namun, langkah itu justru menjadi bumerang.
Saat Pickford ikut maju membantu serangan, Dowman merebut bola di tengah lapangan. Ia melewati dua pemain bertahan Everton sebelum berlari menuju gawang kosong dan dengan tenang mencetak gol kedua Arsenal yang memastikan kemenangan tuan rumah.
Gol tersebut langsung memicu ledakan kegembiraan di Emirates. Selain memastikan tiga poin penting, Dowman juga mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pencetak gol termuda Liga Primer.
Remaja Arsenal itu memang sudah lama digadang-gadang sebagai bakat istimewa. Ia bahkan sudah berlatih dengan tim utama sejak berusia 14 tahun dan sempat menjadi starter termuda klub saat menghadapi Brighton & Hove Albion di Piala Liga Inggris.
Pelatih Arsenal Mikel Arteta bahkan sempat memberi isyarat perbandingan bakat Dowman dengan legenda Argentina, Lionel Messi. Masuknya Dowman pada menit ke-74 saat skor masih imbang menunjukkan besarnya kepercayaan Arteta kepada pemain muda tersebut.
Hasil ini membuat Arsenal semakin nyaman di puncak klasemen dengan keunggulan 10 poin atas Manchester City yang masih bertanding melawan West Ham saat berita ini dibuat.
Arsenal selanjutnya akan menghadapi Bayer Leverkusen pada leg kedua babak 16 besar UEFA Champions League. Sementara Everton akan mencoba bangkit ketika menjamu Chelsea pada laga liga berikutnya.

7 hours ago
4













































