Dar Der Dor, 8 Orang Tewas di Sebuah Bar Cape Town Afrika Selatan

3 hours ago 1

Ilustrasi penembakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Insiden tembak menembak yang brutal kembali mengguncang Afrika Selatan, menyisakan duka mendalam sekaligus ketakutan di tengah masyarakat. Kekerasan bersenjata yang terjadi secara tiba-tiba ini menunjukkan betapa rentannya keamanan di titik-titik kumpul warga, di mana nyawa bisa melayang dalam hitungan detik akibat terjangan timah panas. Peristiwa mematikan ini pun menjadi pengingat keras bagi otoritas setempat akan urgensi penanganan peredaran senjata api ilegal dan konflik antar-kelompok yang terus menghantui ketenangan publik pada awal tahun 2026 ini.

Tragedi ini pecah di sebuah shebeen atau bar tidak resmi di kawasan Cape Flats, Kota Cape Town. Sebagai salah satu kota paling ikonik di dunia dengan keindahan Gunung Meja (Table Mountain), Cape Town sayangnya juga menyimpan sisi gelap berupa ketimpangan sosial yang tajam.

Angka kriminalitas di kota ini merupakan salah satu yang tertinggi di Afrika Selatan, terutama terkait dengan kekerasan antar-geng dan pembunuhan di wilayah pinggiran. Hingga Januari 2026, data menunjukkan bahwa tingkat pembunuhan di daerah tertentu di Cape Town masih menjadi tantangan serius bagi stabilitas keamanan nasional.

Komisaris Polisi Provinsi Western Cape, Thembisile Patekile, mengonfirmasi bahwa delapan orang tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam serangan tersebut. Wilayah Western Cape sendiri, tempat insiden ini terjadi, merupakan provinsi di ujung barat daya Afrika Selatan yang menjadi pusat ekonomi dan pariwisata penting.

Namun, wilayah ini juga memiliki tantangan administratif yang kompleks karena dihuni oleh populasi yang sangat beragam dengan tingkat segregasi pemukiman yang masih terasa, sehingga sering kali menjadi pusat ketegangan sosial dan titik panas aksi kejahatan terorganisir.

"Keterangan yang kami miliki saat ini adalah tujuh orang ditembak di lokasi. Sekitar 10 orang terkena tembakan; enam meninggal di tempat, dan satu lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit menggunakan ambulans," ujar Patekile saat memberikan keterangan kepada stasiun televisi eNCA, Sabtu (17/1/2026).

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research