Puluhan penyandang disabilitas tuli menghadiri bursa kerja yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di lapangan parkir Gajahmada Plaza, Kota Semarang, Kamis (17/9/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, Sudah enam bulan Uli Endah Wuri Sulistiani (36 tahun) berusaha mencari pekerjaan. Selama ini, perempuan penyandang disabilitas tuli itu menyandarkan hidupnya dari penghasilannya yang tak menentu sebagai pengemudi ojek online (ojol). Meski kesempatan belum banyak ditemukan, Wuri tetap bertekad memperoleh pekerjaan formal.
“Sekarang saya butuh sekali, ingin pekerjaan yang tetap selain ojol,” ungkap Wuri yang diterjemahkan juru bahasa isyarat ketika diwawancara saat menghadiri bursa kerja yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di lapangan parkir Gajahmada Plaza, Kota Semarang, Kamis (17/9/2026).
Dia mengatakan sudah sering menghadiri acara bursa kerja. Wuri mengakui, kesempatan atau peluang kerja untuk individu penyandang disabilitas sepertinya belum terlalu banyak tersedia. “Saya kesulitan mencari kerja,” ujarnya.
Wuri, yang merupakan lulusan SMA, sudah tiga kali mendatangi bursa kerja setidaknya dalam setahun terakhir. Namun, belum ada satupun lowongan pekerjaan yang dilamarnya berhasil diisi olehnya.
“Sebelumnya saya sudah melamar pekerjaan, tapi belum ada kabar. Kemudian yang kedua kali, saya lamar lagi, belum ada kabar juga. Kemudian yang ketiga sesudah saya lamar semoga ada kabar,” kata Wuri.
Meskipun sudah cukup inklusif, Wuri menilai kesempatan atau lowongan pekerjaan untuk penyandang disabilitas belum memadai. Dia mengatakan akan melamar pekerjaan yang memang tersedia untuk penyandang disabilitas, khususnya tuli. Lebih bagus jika lowongan tersebut sesuai dengan bidang dan kemampuannya.

1 hour ago
1
















































