REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menyampaikan perang di Timur Tengah berdampak terhadap sejumlah rute penerbangan internasional di Indonesia. Syahir mencatat enam rute penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terdampak akibat situasi tersebut dan tiga rute di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
"Jumlah penumpang terdampak di Soekarno–Hatta sekitar 26 ribu orang dengan 194 penerbangan terdampak. Sedangkan di Denpasar, penumpangnya sekitar 20 ribu orang dengan sekitar 93 penerbangan," ujar Syahir saat konferensi pers terkait kesiapan InJourney Airports pada periode Angkutan Lebaran 2026 di Terminal III Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (11/3/2026) lalu.
Syahir menjelaskan operasional penerbangan yang terdampak konflik geopolitik di Timur Tengah bersifat situasional. Ketika kondisi di negara tujuan tidak kondusif, ucap dia, penerbangan otomatis dihentikan sementara.
"Ada on-off-nya. Jadi pada saat kondisi di tujuan sedang tidak kondusif, otomatis itu off. Kami juga menyesuaikan apabila memang dibuka, kami di sini melayani," ucap Syahir.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menyampaikan InJourney Group mengantisipasi dampak situasi geopolitik global yang dapat memengaruhi operasional penerbangan. Hal ini termasuk potensi penundaan maupun pembatalan penerbangan.
"Kami usahakan tetap memberikan layanan terbaik kepada penumpang, tetapi ini juga harus kita antisipasi bagaimana menanggapi situasi geopolitik yang ada," ujar Maya.
Maya menyampaikan dinamika geopolitik yang terjadi saat ini merupakan fenomena global yang sulit diprediksi. Bahkan ketika pihaknya menyusun perencanaan operasional untuk 2026, faktor geopolitik seperti yang terjadi sekarang tidak diperhitungkan secara spesifik karena sifatnya yang tidak terduga.
Sebagai salah satu bentuk respons terhadap situasi global tersebut, InJourney telah berdiskusi untuk menyediakan fasilitas parkir pesawat (parking stand) di beberapa bandara. Fasilitas ini disiapkan untuk maskapai internasional dari Timur Tengah seperti Emirates, Etihad, dan Qatar Airways.
"Kami siapkan beberapa maskapai internasional yang akan parkir di beberapa bandara kami," lanjut Maya.
Maya mengatakan kebutuhan parkir pesawat ini muncul karena situasi geopolitik yang memengaruhi operasional penerbangan di wilayah tersebut. Dengan menyediakan fasilitas parkir di bandara Indonesia, InJourney berupaya memberikan kontribusi dalam mendukung operasional maskapai internasional sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul dari kondisi global saat ini.
"Ini akan kami sebar di beberapa bandara yang memang memiliki kapasitas parkir untuk tiga maskapai tersebut," ucap Maya.
Maya mengatakan jumlah pesawat yang akan ditempatkan masih dalam tahap perhitungan karena pembahasan tersebut baru dilakukan sehari sebelumnya. Namun pihak InJourney berkomitmen menyediakan kapasitas sebanyak mungkin sesuai kebutuhan maskapai.
"Pastinya kami akan siapkan sebanyak mungkin yang dibutuhkan, terutama di bandara-bandara kami yang memiliki kapasitas untuk itu. Ada di Lombok kemungkinannya, YIA (Yogyakarta), dan Kertajati," kata Maya.

8 hours ago
10












































