REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) bergerak cepat memberikan kepastian perlindungan kepada peserta yang menjadi korban kecelakaan kereta api antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Senin malam.
Sebagai bentuk respons, Ketua Dewan Pengawas BPJS TK Dedi Hardianto bersama Direktur Pelayanan Trisna Sonjaya dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung penanganan korban di RSUD Bekasi dan RS Primaya Bekasi Timur, Selasa (28/4).
Dalam peninjauan tersebut, BPJS TK memastikan seluruh peserta yang menjadi korban mendapatkan pelayanan medis optimal serta menjamin seluruh biaya perawatan hingga sembuh sesuai indikasi medis.
Dedi menegaskan, kehadiran BPJS TK merupakan wujud komitmen negara dalam memberikan perlindungan kepada pekerja. “Ini adalah kewajiban BPJS Ketenagakerjaan terhadap peserta yang mengalami musibah. Kami memastikan mereka betul-betul dilayani,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah dan tenaga medis dalam menangani korban. Menurutnya, sinergi tersebut terbukti memberikan manfaat nyata bagi peserta yang terdampak.
Direktur Pelayanan BPJS TK Trisna Sonjaya menyampaikan, pihaknya segera berkoordinasi dengan berbagai pihak sejak insiden terjadi. “Kami bergerak cepat memastikan seluruh peserta yang menjadi korban mendapatkan penanganan terbaik,” katanya.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 30 korban merupakan peserta aktif BPJS TK. Dari jumlah tersebut, 26 orang masih menjalani perawatan, sementara empat lainnya meninggal dunia.
Trisna menambahkan, selain memastikan penanganan medis, BPJS TK juga mempercepat proses pembayaran manfaat kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia. “Kami memastikan hak peserta dan keluarganya dapat segera diterima sebagai bagian dari layanan yang proaktif dan responsif,” ujarnya.
BPJS TK juga terus memantau perkembangan kondisi korban serta berkoordinasi secara intensif apabila terdapat pembaruan data.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan pemerintah hadir secara menyeluruh dalam penanganan insiden, mulai dari evakuasi hingga pemulihan. “Pemerintah terus hadir bagi masyarakat, dari proses evakuasi hingga penyembuhan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan BPJS TK dalam memberikan perlindungan bagi pekerja. Selain itu, ia mengingatkan para pemberi kerja untuk memastikan seluruh pekerja terdaftar dalam program jaminan sosial.
“Pengusaha yang belum mendaftarkan pekerjanya diharapkan segera ikut serta, agar manfaat perlindungan ini dapat dirasakan secara luas,” ujarnya.
sumber : Antara

3 hours ago
1













































