Ratusan massa menggelar aksi unjuk rasa untuk memberikan dukungan bagi rakyat Palestina di depan Gedung Putih, Ahad (8/10/2023) waktu setempat. Massa mendesak dihentikannya penjajahan Palestina oleh zionis Israel yang menyebabkan konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokumen arsip Israel yang baru-baru ini dideklasifikasi telah memberikan lebih banyak informasi tentang upaya milisi Zionis untuk menjalin hubungan dengan Nazi Jerman pada 1930-an dan 1940-an.
Dokumen-dokumen tersebut, yang dilaporkan oleh Haaretz, mengungkapkan bahwa Avraham Stern dan anggota Stern Gang (Milisi Yahudi) lainnya melakukan beberapa upaya untuk menjalin kemitraan dengan Nazi Jerman.
Sebagian didasarkan pada penolakan bersama milisi terhadap Inggris yang belakangan menduduki Palestina, tempat gerakan Zionis berharap untuk menciptakan negara Yahudi.
Dilansir MEE, Naftali Lubenchik, seorang anggota Stern Gang, dikirim untuk bertemu dengan perwakilan Jerman. Sebuah dokumen yang ditulis pada 1951 menyatakan bahwa ia percaya Jerman Nazi dan sekutunya tidak berupaya untuk menghancurkan secara fisik orang-orang Yahudi, melainkan mengusir mereka dari Eropa dan mengumpulkan di satu tempat.
Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa pada Mei 1941, Eliyahu Golomb, komandan de facto Haganah, paramiliter Zionis utama di Palestina, mengatakan kepada sekelompok kecil orang, “Saya memiliki informasi… tentang kecurigaan mengenai sekelompok orang Yahudi yang memiliki hubungan dengan musuh."
“Menurut informasi tersebut, ada seorang pria yang menghubungi Jerman. Pria ini dikenal; namanya S,” kata Golomb menambahkan.
Pria yang ia maksud adalah Stern, pendiri kelompok bersenjata Zionis ekstremis Stern Gang, yang memisahkan diri dari milisi Irgun dan ingin terus melawan Inggris selama Perang Dunia Kedua.
Komentar Golomb dicatat pada saat itu dalam dokumen intelijen Haganah berjudul "Kontak dengan Blok Poros" yang merujuk pada Nazi Jerman, Fasis Italia, dan sekutu mereka.
Stern dan Nazi Jerman
Stern, seorang imigran Polandia yang pindah ke Palestina pada 1920-an, menganjurkan peningkatan migrasi Yahudi dan pengusiran kehadiran Inggris dari wilayah apa yang dianggapnya sebagai tanah Yahudi.
Kebenciannya terhadap Inggris begitu kuat sehingga ia bersedia bernegosiasi untuk bersekutu dengan Nazi guna mengusir mereka dari mandat tersebut.
Milisi Stern menyerang target Inggris dan Yahudi saingan bahkan ketika Perang Dunia Kedua berkecamuk.

3 hours ago
2













































