Bahaya Kurang Tidur Saat Liburan, Bikin Otak 'Lemot' Pas Masuk Kerja

9 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siapa yang tidak senang dengan momen libur panjang? Mulai dari mudik, kumpul keluarga, hingga maraton film sampai pagi sering kali menjadi agenda wajib.

Namun, sering kali muncul fenomena aneh yaitu bukannya merasa segar saat kembali bekerja, kita justru merasa sangat lelah, mengantuk, dan sulit sekali untuk berkonsentrasi. Jika Anda merasakannya, jangan khawatir, Anda tidak sendirian.

Ternyata, ada penjelasan medis di balik rasa lemas yang menyerang pascaliburan ini. Dokter spesialis neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM), Astri Budikayanti, mengatakan biang kerok dari kondisi ini adalah perubahan pola tidur yang drastis. Selama liburan, ritme biologis tubuh kita sering kali teracak-acak.

“Biasanya kita memiliki jadwal rutin, misalnya bekerja dari pagi hingga sore. Saat liburan, aktivitas sosial meningkat, orang sering begadang atau menonton sampai larut, sehingga jam tidur berubah dan tubuh menjadi bingung menyesuaikan ritmenya,” kata Astri dalam diskusi kesehatan yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Menurut dia, tubuh manusia memiliki sistem biologis yang mengatur waktu tidur dan bangun melalui hormon tertentu. Ketika seseorang terbiasa tidur dan bangun pada jam yang sama, tubuh akan menyesuaikan produksi hormon tersebut secara otomatis.

Namun, ketika pola tidur berubah selama beberapa hari, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali ritme tersebut. “Kalau perubahan hanya satu sampai dua hari, biasanya tubuh masih bisa menyesuaikan. Tapi kalau lebih dari dua atau tiga hari, ritme tidur bisa mulai kacau,” ujarnya.

Ia menjelaskan gangguan pola tidur dapat memicu berbagai dampak jangka pendek seperti kelelahan, kurang fokus, hingga munculnya fenomena yang dikenal sebagai brain fog atau kondisi ketika seseorang merasa sulit berpikir jernih. Selain itu, kurang tidur juga dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih mudah tertular penyakit.

“Secara keseluruhan mungkin masih bisa diatasi, tetapi pasti ada dampaknya terhadap sistem imun,” kata dia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research