Foto aerial kendaraan pemudik memadati dermaga sebelum memasuki kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (29/3/2025) dini hari. Pada H-2 Lebaran 2025, arus kendaraan di Pelabuhan Merak terpantau ramai. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat telah memberangkatkan pemudik dari Jawa menuju Sumatera sebanyak 438.662 pemudik.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengumumkan pemberlakuan kebijakan tarif tunggal (single tariff) yang menyamakan harga layanan eksekutif dengan layanan reguler di lintas penyeberangan Merak–Bakauheni selama periode angkutan Lebaran 2026. Hal ini bertujuan untuk mendukung kelancaran arus mudik.
“Kebijakan ini berlaku untuk golongan pejalan kaki dan kendaraan penumpang guna mendukung kelancaran distribusi trafik,” kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo di Serang, dikutip Ahad (1/3/2026).
Di Pelabuhan Merak, skema ini dimulai pada 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB. Sementara itu, dari Pelabuhan Bakauheni berlaku pada 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Ia menjelaskan, penempatan kapal dan dermaga selama periode tersebut akan disesuaikan sepenuhnya dengan pengaturan trafik operasional. Pengguna jasa tidak lagi memilih layanan berdasarkan preferensi reguler atau ekspres, melainkan mengikuti jadwal yang ditetapkan demi menjaga kelancaran arus.
“Kebijakan single tariff dan stimulus diskon ini bertujuan memastikan mudik Lebaran 2026 lebih tertib, terjangkau, dan lancar. Ini adalah langkah kolaboratif untuk meringankan beban masyarakat,” ujar Heru.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, ASDP juga memberikan klarifikasi resmi mengenai isu habisnya tiket penyeberangan untuk periode 18–31 Maret 2026. Manajemen menegaskan informasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Berdasarkan data sistem terbaru, ketersediaan kuota tiket untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026 masih mencapai 99,9 persen, atau setara dengan 2,42 juta tiket untuk penumpang dan kendaraan. Masyarakat diimbau segera melakukan reservasi secara mandiri melalui aplikasi dan situs resmi Ferizy.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini kapasitas masih sangat mencukupi dan terukur melalui sistem digital kami,” tambahnya.
Melalui penerapan tarif tunggal dan penguatan sistem layanan, ASDP optimistis perjalanan mudik di lintasan tersibuk tersebut akan berlangsung lebih adil dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
sumber : ANTARA

4 hours ago
4













































