Rudal Serangan Darat Tomahawk (TLAM) diluncurkan dari kapal penjelajah berpeluru kendali USS Cape St. George (CG 71), yang beroperasi di Laut Mediterania, pada tanggal 23 Maret 2003. Tokyo memprotes latihan militer Korea Selatan di pulau yang disengketakan.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah bersiap mengerahkan hampir seluruh persediaan rudal jelajah JASSM-ER (Joint Air-to-Surface Missile-Extended Range) miliknya. Langkah ini dilakukan melalui relokasi aset dari cadangan global di tengah eskalasi perang yang terus meningkat melawan Iran.
Al-Mayadeen mengutip laporan Bloomberg mengutip sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut, mengungkapkan, perintah pemindahan rudal bernilai tinggi ini dikeluarkan pada akhir Maret. Rudal-rudal yang masing-masing berharga sekitar 1,5 juta dolar AS tersebut ditarik dari stok yang sebelumnya dialokasikan untuk kawasan pasifik dan wilayah strategis lainnya.
Langkah ini akan memindahkan rudal tambahan dari pangkalan domestik AS dan lokasi global lainnya menuju fasilitas Komando Pusat AS (US Central Command) atau Fairford di Inggris. Pengerahan besar-besaran ini akan menyisakan AS dengan hanya sekitar 425 rudal JASSM-ER operasional untuk wilayah lain, turun dastis dari inventaris sebelum perang yang mencapai sekitar 2.300 unit.
Signifikansi strategis JASSM-ER
JASSM-ER dianggap sebagai senjata strategis kunci yang mampu menghantam target pada jarak lebih dari 600 mil (sekitar 965 km). Hal ini memungkinkan pesawat AS tetap berada di luar jangkauan sistem pertahanan udara musuh saat melancarkan serangan.
Jika digabungkan dengan varian standar JASSM yang memiliki jangkauan 250 mil, sekitar dua pertiga dari total inventaris JASSM AS kini telah dikerahkan khusus untuk perang melawan Iran. Langkah ini diambil setelah periode kritis 24 jam di mana pertahanan udara Iran dilaporkan berhasil menghantam beberapa aset AS, termasuk jatuhnya satu jet tempur F-15E Strike Eagle dan dua pesawat A-10.
Operasi pencarian dan penyelamatan skala besar saat ini tengah berlangsung untuk satu pilot AS yang dinyatakan hilang selama lebih dari sehari pasca-jatuhnya F-15E. Langkah AS menguras stok rudal ini diperkirakan akan meninggalkan sekutu utama dan kawasan lain tanpa kemampuan pertahanan yang memadai.

11 hours ago
2









































