Arteta Akui Arsenal Sempat Lepas Kendali, Leverkusen Menyesal Gagal Menang

11 hours ago 11

Kai Havertz dari Arsenal (tengah) merayakan gol penyeimbang 1-1 bersama rekan setimnya Martin Zubimendi (kiri) dan Declan Rice pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di kandang Bayer 04 Leverkusen, BayArenaL, Leverkusen, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertandingan antara Arsenal dan Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League menghadirkan cerita emosional dari dua kubu. Hasil imbang 1-1 di BayArena, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB, menyisakan rasa yang hampir sama.

Arsenal merasa kecolongan, sementara Leverkusen menyesal gagal mengunci kemenangan.

Pelatih Arsenal Mikel Arteta mengakui timnya sempat kehilangan kontrol permainan. Padahal, menurutnya The Gunners tampil dominan sepanjang laga.

“Kami sebenarnya mengendalikan permainan dengan baik, tapi tidak mencetak gol. Lalu kami membiarkan pertandingan lepas dari kendali. Itu tidak perlu,” kata Arteta dikutip dari laman resmi UEFA.

Arsenal memang tampil menekan sejak awal. Namun, justru Leverkusen yang lebih dulu mencetak gol lewat sundulan Robert Andrich di babak kedua. Gol itu sempat membuat tuan rumah berada di atas angin.

Arteta menilai momen itu memberi napas bagi lawan. “Kami memberi mereka harapan dan pertandingan berubah. Tapi dalam 20–25 menit terakhir kami bermain lebih baik, dan menurut saya gol penyama itu memang pantas,” ujarnya.

Gol penyelamat Arsenal datang pada menit-menit akhir lewat penalti Kai Havertz. Momen tersebut terasa semakin dramatis karena Havertz pernah lama membela Leverkusen sebelum merantau ke Inggris.

“Sepak bola sering menciptakan cerita gila. Kai kembali ke stadion ini setelah bertahun-tahun, lalu mencetak penalti untuk membuat skor 1-1. Itu kisah yang luar biasa,” kata Arteta.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research