Aparat Serang Markas KKB Aibon Kogoya di Nabire, 561 Amunisi Disita

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim gabungan TNI-Polri menyerang markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya di wilayah Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/3).

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani mengatakan penindakan dilakukan bersama tim dari Satgas Habema dan Rajawali.

Adapun penyerangan dilakukan untuk menangkap Aibon Kogoya yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam operasi tersebut terjadi kontak tembak antara aparat dan KKB yang kemudian melarikan diri meninggalkan markas yang selama ini mereka kuasai," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3).

Dalam operasi yang digelar pada Minggu malam pukul 22.40 WIT, kata dia, KKB terlebih dahulu melakukan kontak tembak sebelum akhirnya melarikan diri dari markas tersebut.

Ia mengatakan saat ini aparat gabungan telah berhasil menduduki markas milik KKB itu. Faizal menambahkan dari hasil penggeledahan pihaknya menyita total 561 butir amunisi senjata api untuk berbagai kaliber.

"Baik untuk senjata laras panjang maupun pendek, serta 10 magazen, magazen senjata api jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101," tuturnya.

Selain itu, ia menyebut ditemukan juga total 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky (HT) serta uang tunai sebesar Rp79,9 juta.

Faizal mengatakan dari belasan telepon yang disita, dua diantaranya merupakan milik korban penyerangan KKB. Yakni korban tewas anggota Brimob Batalion C dan petugas keamanan PT Kristalin di Nabire.

Ia menegaskan aksi penguasaan markas KKB itu sebagai bentuk upaya pemulihan keamanan masyarakat serta wujud kehadiran negara.

"Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Di sisi lain, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum resmi.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan terpengaruh informasi yang belum resmi. Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berupaya membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan," pungkasnya.

Lebih lanjut, saat ini aparat gabungan masih menyisir area sekitar lokasi guna memastikan situasi benar-benar aman sekaligus memburu para pelaku yang melarikan diri.

(tfq/wis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research