Antusias Kirim Oleh-Oleh dari Madinah, Jamaah Haji Serbu Layanan Pos Indonesia

4 hours ago 1

Oleh: Fernan Rahadi, wartawan Republika, dari Madinah, Arab Saudi

Layanan kargo PT Pos Indonesia diserbu jamaah haji Indonesia di Madinah, Arab Saudi. Mereka umumnya hendak mengirimkan berbagai barang oleh-oleh ke Tanah Air untuk sanak keluarga tercinta.

Saat memasukkan barang, terlihat beberapa buah tangan itu. Ada yang berupa mushaf Alquran, sajadah, kurma, pakaian, hingga parfum dan cokelat. Ada pula yang mengemas boneka unta dan peci haji.

Pos Indonesia membuka layanan pengiriman dengan sistem jemput bola di sekitar hotel tempat jamaah haji RI menginap di Tanah Suci. Pada Jumat (15/5/2026), sejumlah petugas tampak melayani jamaah di dekat Hotel Maysan Al Harithia, Madinah.

Petugas menyiapkan kardus dalam tiga ukuran, yakni M, L, dan XL. Konsumen cukup memasukkan barang, yang lalu ditimbang sebelum dikirimkan.

Antrean pun tak terhindarkan. Jamaah rata-rata menunggu sekitar 30 menit untuk mendapatkan layanan pengiriman.

Salah satu konsumen ialah seorang jamaah haji khusus embarkasi Solo, Arithia. Ia mengaku terbantu dengan layanan ini karena dapat mengurangi beban bawaan di koper.

“Saya kirim 10 kilogram. Sudah saya seleksi sebelumnya supaya tidak terlalu berat,” ujar Arithia kepada awak Media Center Haji pada Jumat (15/5/2026) di Madinah, Arab Saudi.

Layanan kargo ini mematok tarif sekitar 23 riyal Saudi atau sekira Rp108 ribu per kilogram. Jangkauan pengiriman sudah meliputi seluruh wilayah Indonesia, seiring dengan keandalan PT Pos Indonesia yang sudah mumpuni selama puluhan tahun lamanya.

Seorang petugas Pos Indonesia, Resnu, menjelaskan bahwa durasi pengiriman relatif cepat jika tidak ada kendala.

"Bila tidak ada hambatan, kargo bisa sampai dalam tujuh sampai 14 hari,” katanya.

Ia juga menyebut, tidak sedikit jamaah yang mengirim barang dalam jumlah besar. Bahkan, ada paket yang beratnya mencapai lebih dari 50 kilogram untuk dikirim ke luar Jawa.

Biaya kirim bisa menembus lebih dari Rp10 juta karena adanya biaya kelebihan berat.

Tingginya minat jemaah memanfaatkan layanan ini menunjukkan kebutuhan akan pengiriman barang yang praktis selama berada di Tanah Suci.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research