Anak Muda Jangan Menyerah! Ketua DPD Ajak Gen Z Dukung Program Prioritas Presiden

3 hours ago 2

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan Inspiring Speech dalam acara Festival Lulus jadi Apa?.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mendorong anak muda Indonesia turut aktif mengambil bagian dalam program prioritas pemerintahan presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal ini dikatakan mantan aktivis KNPI itu saat menyampaikan Inspiring Speech dalam acara 'Festival Lulus jadi Apa?' dengan tema 'Anak Muda, Demokrasi, dan Masa Depan Indonesia'. Acara ini digelar oleh Komunitas Muda-Mudahan, Sabtu (29/11/2025) di aula FX Sudirman - Jakarta.

Di hadapan ratusan Millenial dan Gen-Z, Sultan mengungkapkan, anak muda Indonesia tidak boleh gampang mengeluh, putus asa apalagi putus harapan di tengah dinamika kebangsaan akibat ketidakpastian ekonomi global.

"Presiden Prabowo Subianto menyiapkan berbagai program prioritas yang secara sosial dan bisnis sangat relevan dan membutuhkan Kontribusi Anak Muda. Kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam setiap program prioritas tersebut, baik program beasiswa, program Magang Nasional, Sekolah Rakyat, MBG, hingga program Koperasi Merah Putih," ujarnya.

Menurut mantan Ketua HIPMI Bengkulu itu, setiap program pemerintah adalah ekosistem peluang bisnis yang harus kita tangkap. Tinggal bagaimana anak muda masuk dalam ekosistem tersebut dengan cara berkolaborasi dan menjaga integritas.

"Fenomena demografi Indonesia yang mayoritas diisi anak muda adalah peluang sekaligus tantangan. Tapi kami percaya anak muda Indonesia mampu menjadi penentu atau katalisator bagi loncatan kemajuan Indonesia sebelum 2045," kata dia.

Mantan ketua Karang Taruna Bengkulu itu mengungkapkan bahwa DPD RI akan terus mengkaji dan menyusun kebijakan yang pro Anak Muda (pro youth). Di banyak kesempatan kami bersama pemerintah melalui Kementerian terkait mendiskusikan perihal pemberdayaan terhadap Anak Muda Indonesia di era bonus demografi dan digitalisasi.

"Indonesia terlalu luas, kaya, indah dan luar biasa untuk menjadikan kita sebagai Anak Muda untuk Putus Asa dan menyalahkan keadaan. Mari kita jaga dan bangun Indonesia, dengan menyiapkan atau men-design masa depan kita semua sejak saat ini," kata dia.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research