REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Matahari di Pati pagi itu bersahabat. Di bawah rindang pohon-pohon tua Alun-Alun Pati, para pemudik beristirahat dengan tenang. Ada yang duduk bersandar di kursi kayu, melepas penat usai menempuh perjalanan panjang.
Seorang bapak berkaos lusuh tampak menikmati kopi hangat yang baru saja diterima dari petugas, sementara dua anak kecil asyik bermain perosotan di area playground yang disediakan. Di sudut lain, terlihat seorang ibu muda tengah memeriksakan tekanan darahnya di tenda kesehatan.
Suasana teduh itu bukan bagian dari rest area mewah di jalan tol. Ini adalah wajah baru layanan kepolisian di jalur mudik. Satuan Lalu Lintas Polresta Pati, Jawa Tengah, menghadirkan inovasi bernama Rest and Safety Mobile Presisi, sebuah area rehat bergerak yang didirikan tepat di jantung Kota Pati.
Kepala Satuan Tugas Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kasatgas Kamseltibcarlantas) Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan bahwa layanan ini bukan sekadar tempat singgah biasa.
"Layanan ini menyediakan tempat istirahat sekaligus fasilitas pengecekan kesehatan pemudik dan kondisi kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan," jelasnya kepada wartawan di Pati, Sabtu (28/3/2026).
Apa yang dilakukan Polresta Pati ini istimewa karena fleksibel. Rest and Safety Mobile Presisi dirancang untuk bisa berpindah lokasi mengikuti dinamika arus lalu lintas selama Operasi Ketupat Candi 2026.
Jika kepadatan bergeser ke titik lain, pos rehat ini akan ikut bergerak. Di dalam fasilitas ini, para pemudik disambut dengan berbagai layanan gratis: kopi dan mi instan, hingga layanan pijat singkat untuk meluruskan pegal-pegal setelah berjam-jam di jalan.
Tak hanya manusia yang diperiksa kesehatannya, kendaraan pun mendapat perhatian serupa. Teknisi siaga memeriksa tekanan angin ban dan kondisi mesin kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika ada pemudik yang bernasib sial kehabisan bahan bakar di tengah jalan, tersedia pula BBM gratis secara terbatas.
Sementara itu, di Pos Terpadu Alun-Alun Pati, fasilitas yang ditawarkan lebih lengkap lagi. Selain corner coffee gratis, ada pojok baca, pijat gratis, spot foto instagramable, hingga fasilitas umum seperti toilet bersih, charging station, dan wifi gratis. "Harapannya masyarakat yang singgah dapat beristirahat sejenak dengan nyaman," imbuh Kompol Riki, mengingatkan pemudik untuk tidak memaksakan diri bila lelah.
Fenomena mudik lebih awal mulai terlihat di jalur selatan dan tengah Jawa Tengah pada H-7 Lebaran. Di Simpang Wangon, Kabupaten Banyumas, Sabtu pagi, arus kendaraan memang masih didominasi warga lokal. Namun, pelat nomor dari berbagai wilayah Jawa Barat seperti Bandung (D), Priangan Timur (Z), dan Bogor (F) mulai beriringan menuju arah timur. Salah satunya adalah Hendro, pemudik asal Sukabumi yang tengah beristirahat di SPBU Wangon. "Saya berangkat dari Sukabumi tadi malam, alhamdulillah masih lancar," katanya, sembari menyebut sengaja mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan di jalur selatan Jawa Barat seperti Nagreg.
Kapolresta Banyumas, Komisaris Besar Polisi Petrus Silalahi, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas jika volume kendaraan meningkat. Jalur selatan yang menghubungkan Bandung-Yogyakarta ini, katanya, menjadi pintu masuk utama yang harus dipantau ketat.
sumber : Antara

5 hours ago
4














































