The GrowHub Limited, mengembangkan solusi manajemen emisi karbon berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan transparansi rantai pasok sekaligus membantu perusahaan memantau kinerja pengurangan emisi secara lebih akurat.
REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA — Perkembangan pasar karbon di Asia memasuki fase implementasi nyata seiring meningkatnya perhatian dunia terhadap isu lingkungan, keberlanjutan, dan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan teknologi asal Singapura, The GrowHub Limited, mengembangkan solusi manajemen emisi karbon berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan transparansi rantai pasok sekaligus membantu perusahaan memantau kinerja pengurangan emisi secara lebih akurat.
Selain memanfaatkan AI, The GrowHub juga menggunakan teknologi blockchain untuk memantau serta memodelkan kinerja proyek penurunan emisi karbon secara lebih transparan dan dapat diverifikasi.
CEO sekaligus Chairman The GrowHub Limited, Lester Chan, mengatakan bahwa selama bertahun-tahun pembahasan mengenai pasar karbon di Asia lebih banyak berfokus pada potensi dan kerangka kerja kebijakan. Namun, kini kawasan tersebut mulai memasuki tahap implementasi nyata.
“Asia kini menyumbang lebih dari setengah emisi karbon global. Di sisi lain, kawasan ini juga memiliki sejumlah penyerap karbon alami terbesar di dunia seperti ekosistem mangrove, hutan tropis, dan kawasan pegunungan,” ujar Lester Chan melalui keterangan, Rabu (11/3/2026).
Menurut dia, pertanyaan saat ini bukan lagi apakah Asia akan membentuk pasar karbon global, melainkan seberapa cepat kawasan tersebut mampu menghadirkan dampak pengurangan emisi yang nyata serta dapat diverifikasi.
Indonesia dan Perdagangan Karbon
Sejalan dengan tren global menuju ekonomi rendah karbon, Indonesia juga mulai mengembangkan perdagangan karbon melalui pembentukan bursa karbon IDX Carbon.
Kebijakan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perdagangan Karbon melalui Bursa Karbon.
Melalui regulasi tersebut, Indonesia berupaya memperkuat mekanisme pasar untuk mendukung upaya pengurangan emisi sekaligus mendorong investasi hijau.
Di kawasan Asia Tenggara, berbagai negara mulai mengembangkan kebijakan penetapan harga karbon. Thailand telah meloloskan Rancangan Undang-Undang Perubahan Iklim serta menyelesaikan transfer Internationally Transferred Mitigation Outcomes (ITMO) pertama dengan Jepang.

2 hours ago
1














































