Ahli Digital Forensik UBSI Kampus Pontianak Jadi “Mata Kaca” Polisi Ungkap Kecelakaan Lewat CCTV

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Peran akademisi dalam penegakkan hukum kian nyata di era digital. Nanda Diaz Arizona, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak yang juga berprofesi sebagai ahli digital forensik, dipercaya membantu Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Singkawang dalam mengungkap kasus kecelakaan lalu lintas melalui analisis rekaman CCTV.

Sebagai dosen yang mengampu bidang teknologi informasi dan praktisi digital forensik, Nanda tidak hanya menguasai teori di ruang kelas, juga terbiasa menangani bukti digital secara profesional.

Keahliannya dimanfaatkan untuk menelaah rekaman CCTV secara teknis dan ilmiah, sehingga mampu menghadirkan fakta objektif dalam proses penyidikan.

Dalam keterangannya, Nanda menjelaskan, digital forensik memiliki peran krusial dalam mengurai peristiwa kecelakaan lalu lintas. Digital forensik, kata dia, bukan sekadar menonton ulang video.

‘’Kami melakukan analisis frame-by-frame, memeriksa metadata, serta memastikan keaslian data agar bisa merekonstruksi kronologi kejadian secara akurat. Mulai dari kecepatan kendaraan, titik benturan, hingga perilaku pengendara sebelum kecelakaan,” jelasnya dalam keterangan , Selasa (24/2/2026).

Ia menambahkan, sebagai dosen sekaligus ahli digital forensik, dirinya selalu menekankan pentingnya menjaga integritas bukti digital agar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Rekaman CCTV yang menjadi bukti utama harus melalui prosedur standar operasional agar tidak cacat secara yuridis saat dibawa ke persidangan.

Kolaborasi Strategis Polisi dan Akademisi

Nanda memaparkan penggunaan teknik image enhancement untuk memperjelas rekaman berkualitas rendah. Melalui pendekatan ini, detail yang sebelumnya sulit dikenali dapat dianalisis secara objektif, sehingga meminimalkan unsur subjektivitas dalam penyidikan.

‘’Kolaborasi antara kepolisian dan akademisi ini dinilai sangat strategis, seiring meningkatnya kompleksitas bukti digital di lapangan,” ujarnya.

Melalui kiprah Nanda, UBSI kembali menegaskan perannya sebagai Kampus Digital Kreatif yang melahirkan dosen-dosen profesional, tidak hanya unggul dalam pengajaran, tetapi juga aktif memberikan solusi berbasis teknologi bagi masyarakat dan institusi pemerintah.

Kontribusi ini diharapkan mampu mendorong penyidikan kecelakaan lalu lintas yang lebih transparan, akurat, dan berbasis data demi tercapainya keadilan bagi semua pihak.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research