REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 700 dosen ITB terlibat aktif dalam program ekspedisi patriot tahun 2025 yang digagas Kementerian Transmigrasi. Mereka terjun langsung ke masyarakat transmigrasi di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof Lavi Rizki Zuhal mengatakan program ekspedisi patriot mendapatkan respons positif dari sivitas akademika ITB. Ia menyebut 700 dosen ITB terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
"Program Ekspedisi Patriot ITB 2025 menjadi contoh kolaborasi berskala besar yang melibatkan 57 tim lintas disiplin," ucap dia di Bandung.
Sementara itu, Koordinator Tim Ekspedisi Patriot ITB, Prof Sri Maryati mengatakan program ekspedisi patriot didukung oleh puluhan dosen dari 12 fakultas, sekolah di ITB, serta 228 mahasiswa aktif dan alumni yang berkontribusi langsung di lapangan. Selama kurang lebih 3,5 bulan, sejak 26 Agustus hingga 9 Desember 2025 tim melaksanakan kegiatan di 29 kawasan transmigrasi yang tersebar di 21 provinsi mulai dari Aceh hingga Papua.
Ia mengatakan tim melakukan pemetaan potensi dan kebutuhan wilayah melalui diskusi kelompok, observasi, serta wawancara mendalam. Hasil kegiatan tersebut meliputi rekomendasi penguatan infrastruktur, pengembangan komoditas unggulan, serta penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan karakteristik lokal.
Prof Sri mengatakan seluruh capaian itu divisualisasikan dalam pameran sebagai bentuk akuntabilitas. Ia berharap kolaborasi antara ITB dan Kementerian Transmigrasi diharapkan terus berlanjut dan semakin diperkuat.
Salah satunya melalui rencana peluncuran Program Beasiswa Patriot pada tahun 2026, yang mendorong mahasiswa untuk melakukan riset terapan sekaligus berkontribusi langsung di kawasan transmigrasi. Hal itu dilakukan demi mendukung pembangunan yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.
Pihaknya melalui Direktorat Eksekutif Multi Kampus (DEMK) dan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) menyelenggarakan Pameran Program Ekspedisi Patriot yang secara resmi dibuka pada hari Senin (23/2/2026). Acara pembukaan dihadiri oleh Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Rektor ITB, Prof Tatacipta Dirgantara, mengatakan ekspedisi patriot merupakan wujud nyata peran ITB sebagai universitas yang unggul dan berdampak. Ia menekankan bahwa inovasi yang berkelanjutan lahir dari perpaduan keunggulan akademik, empati sosial, serta keterlibatan langsung dengan masyarakat.
“Ekspedisi Patriot menunjukkan komitmen ITB untuk menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan nasional," kata dia.
(N-Muhammad Fauzi Ridwan)

2 hours ago
2













































