Jakarta, CNBC Indonesia - Permintaan kurma melonjak tajam setiap Ramadan. Buah khas Timur Tengah ini hampir selalu jadi menu pembuka saat azan magrib berkumandang karena perannya yang mengandung vitamin, mineral, zat besi, kalium, serta antioksidan yang membantu melawan radikal bebas.
Kandungan gula alaminya pun cukup tinggi sehingga sebenarnya tak perlu tambahan pemanis lagi. Tapi di tengah tingginya minat masyarakat, konsumen perlu lebih hati-hati. Tidak semua kurma yang beredar di pasaran benar-benar alami.
Agar tidak salah pilih, berikut beberapa ciri kurma yang mengandung pemanis tambahan, dirangkum dari berbagai sumber:
1. Rasa manisnya terlalu kuat dan hanya di permukaan
Coba cicipi kurma sebelum membeli jika memungkinkan. Kurma dengan tambahan gula biasanya memiliki rasa manis yang sangat kuat dan terasa menusuk di gigi. Bahkan tak jarang menimbulkan rasa ngilu saat digigit.
Berbeda dengan kurma asli yang manisnya lebih lembut dan alami. Rasa manisnya meresap hingga ke dalam daging buah, bukan hanya terasa di bagian luar saja.
2. Tekstur cenderung terlalu lunak
Kurma asli umumnya memiliki tekstur padat dan agak kenyal. Sementara kurma yang telah diberi cairan gula biasanya terasa lebih lembek.
Tekstur lunak ini bisa muncul akibat proses pemanasan saat gula cair ditambahkan agar meresap ke permukaan buah.
3. Mudah dikerubuti semut
Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah keberadaan semut. Kurma dengan tambahan pemanis cenderung lebih cepat dikerubuti semut, terutama jika dibiarkan terbuka.
Sebaliknya, kurma alami umumnya tidak terlalu menarik semut dalam waktu singkat karena kadar gula tambahannya tidak berlebihan di permukaan.
Masyarakat disarankan lebih teliti sebelum membeli, terutama saat Ramadan ketika konsumsi kurma meningkat. Selain memilih kualitas terbaik, memperhatikan kandungan gula juga penting agar asupan tetap terkontrol selama berpuasa.
(hsy/hsy)
Addsource on Google













































