15 Ribu Wisman Diproyeksi Datang untuk Konser YE, Ekonomi Jakarta Berpeluang Bergerak

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lebih dari 15 ribu wisatawan mancanegara diproyeksikan datang ke Jakarta untuk menyaksikan konser YE Live in Jakarta 2026. Kedatangan penggemar dari berbagai negara tersebut berpotensi menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari hotel, transportasi, kuliner, hingga industri kreatif.

Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective Karen Tjahja mengatakan, dalam 24 jam pertama penjualan tiket, sebanyak 52,8 persen pembelian tercatat berasal dari penggemar di 73 negara.

“Lebih dari 15.000 wisatawan mancanegara yang angkanya masih terus bertambah setiap hari akan datang ke Jakarta dari berbagai negara,” kata Karen dalam taklimat media di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Wisatawan tersebut antara lain berasal dari Australia, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Thailand, Hong Kong, Jepang, Inggris, Jerman, Vietnam, dan Selandia Baru.

Karen mengatakan, aktivitas wisatawan tidak berhenti di lokasi konser. Mereka akan membutuhkan akomodasi, transportasi, makanan dan minuman, serta berbagai layanan selama berada di Jakarta.

“Mereka akan membutuhkan akomodasi, transportasi, mereka akan go on a culinary trip dan berbagai layanan lainnya selama berada di Jakarta,” ujarnya.

Sebagian wisatawan juga berpeluang melanjutkan perjalanan ke sejumlah daerah lain seperti Bali, Yogyakarta, dan Solo. Hal tersebut membuat konser berpotensi menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal destinasi lain di Indonesia.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, konser berskala internasional memiliki dampak ekonomi yang lebih luas daripada penyelenggaraan acara itu sendiri. Aktivitas ekonomi dapat muncul dari pembelian tiket, penyewaan tempat, produksi oleh vendor, pelaku industri konser, kuliner, hingga penciptaan lapangan kerja.

“Hal ini menegaskan bahwa penyelenggaraan konser berskala internasional berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi yang melampaui acara itu sendiri,” kata Widiyanti.

Kementerian Pariwisata mencatat, sepanjang Januari hingga Juli 2026 terdapat 105 event yang telah diselenggarakan. Kegiatan tersebut terdiri atas 18 event nasional, 10 event internasional, 61 event daerah, 14 MICE, dan dua event lainnya.

Berdasarkan kajian dampak penyelenggaraan berbagai event tersebut, kegiatan itu melibatkan lebih dari 6,47 juta kunjungan dan lebih dari 184 ribu pekerja seni serta komunitas. Estimasi perputaran uang mencapai Rp1,09 triliun.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan konser YE akan berlangsung berdekatan dengan Jakarta Running Festival yang diperkirakan diikuti sekitar 35 ribu hingga 38 ribu pelari.

“Dengan demikian pada hari itu saya membayangkan antara Jakarta Running Festival dan juga konser ini pasti akan memberikan kesemarakan di Jakarta,” kata Pramono.

Pramono menyebut pertumbuhan ekonomi Jakarta saat ini mencapai 5,52 persen, dengan inflasi 2,5 persen. Jakarta juga memberikan kontribusi sekitar 16,15 persen terhadap perekonomian nasional.

Pada semester I 2026, Jakarta mencatat 8,82 juta kunjungan wisatawan nusantara dan 1,04 juta wisatawan mancanegara. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tersebut meningkat 8,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Konser YE Live in Jakarta 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research