REPUBLIKA.CO.ID,SAMPIT — Yayasan Bina Bangsa di bawah Wilmar Central Kalimantan Project mengelola Sekolah Bina Bangsa 02 yang berada di area PT Karunia Kencana Permaisejati, Desa Kenyala, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Keberadaan sekolah tersebut tampak kontras karena berdiri di tengah kawasan perkebunan kelapa sawit dengan fasilitas yang setara sekolah unggulan di wilayah perkotaan.
Koordinator Yayasan Bina Bangsa Siti Wahyuni mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam pengelolaan pendidikan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menyiapkan generasi masa depan. Menurutnya, pendidikan menjadi pondasi utama agar seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa sehingga harus disiapkan sebaik mungkin,” ujar Siti Wahyuni, beberapa waktu lalu.
Saat ini, Yayasan Bina Bangsa mengelola total 20 sekolah di Kalimantan Tengah, yang terdiri dari delapan Taman Kanak-Kanak (TK), enam Sekolah Dasar (SD), tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan tiga Sekolah Menengah Atas (SMA). Jumlah siswa yang terdaftar mencapai 6.004 anak dengan dukungan 289 guru. Seluruh sekolah tersebut beroperasi di tiga lokasi berbeda.
Siti Wahyuni menambahkan, konsep pendidikan di Sekolah Bina Bangsa bersifat gratis. Siswa hanya dibebankan biaya seragam. Selain anak karyawan, sekolah ini juga memberikan akses pendidikan bagi masyarakat sekitar. Saat ini, terdapat 380 anak dari desa binaan yang bersekolah di Sekolah Bina Bangsa.
Dalam proses pembelajaran, sekolah juga mendorong pengembangan minat dan bakat siswa melalui berbagai kegiatan, seperti seni tari, musik, berkebun, drum band, serta teknologi informasi. Upaya tersebut mendorong siswa meraih prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Atas capaian tersebut, Sekolah Bina Bangsa ditetapkan sebagai sekolah penggerak, yakni program pemerintah untuk mempercepat peningkatan kualitas sekolah. “Program ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul,” kata Siti Wahyuni.

21 hours ago
3













































