Wamendag Dyah Roro: Leading with Your Heart Important in a Lot of Ways

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan pentingnya kepemimpinan berbasis empati atau leading with your heart dalam merumuskan kebijakan publik, khususnya di sektor perdagangan.

Hal tersebut disampaikannya dalam dialog di ajang Top Women Festival 2026 CNBC Indonesia. Menurutnya, setiap pemimpin harus memahami tujuan utama (purpose) di balik amanah yang dijalankan agar kebijakan yang diambil benar-benar berdampak bagi masyarakat.

"Dalam menjalani sebuah amanah, kita harus mengetahui why-nya. Apa makna dari amanah tersebut dan perbedaan apa yang bisa kita ciptakan," ujar Dyah Roro dalam siaran CNBC Indonesia TV, dikutip Kamis (30/4/2026).

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro, memberikan pemaparan dalam acara Top Women Fest 2026. Mengusung tema Foto: Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro, memberikan pemaparan dalam acara Top Women Fest 2026. Mengusung tema "A Celebration of Powerful Women: Strong Women, Strong Economy" di Area Relief Sarinah, Jakarta, Sabtu (25/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Ia mengungkapkan, sejak menjabat sebagai anggota DPR hingga kini menjadi Wakil Menteri Perdagangan, dirinya selalu memulai hari dengan mengingat kembali alasan mengapa ia berada di posisi tersebut. Baginya, setiap keputusan harus memberikan manfaat nyata dan dampak positif bagi masyarakat luas.

Di tengah berbagai tantangan kebijakan, Dyah menilai bahwa kembali pada tujuan awal akan membantu menjaga semangat dan arah kepemimpinan. Hal ini juga menjadi landasan dalam mendorong sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

"Sekitar 60% PDB kita ditopang oleh UMKM, dan 64% pelakunya adalah perempuan. Ini menjadi perhatian penting bagi kami di Kementerian Perdagangan," jelasnya.

Ia menambahkan, Kementerian Perdagangan terus berupaya memfasilitasi pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk memperluas akses pasar, baik di dalam negeri maupun internasional. Salah satu strategi yang dilakukan adalah memperkuat kolaborasi dengan e-commerce, ritel modern, serta jaringan perdagangan di 33 negara.

Program bertajuk "dari lokal ke global" pun menjadi fokus untuk mendorong produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Lebih lanjut, Dyah juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara empati dan ketegasan dalam pengambilan kebijakan. Menurutnya, empati bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang dapat digunakan untuk memahami kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam.

"Dengan empati, kita bisa memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan pelaku usaha, baik perempuan maupun laki-laki," ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus membuka ruang dialog dengan pelaku usaha, baik secara langsung maupun virtual, guna menjembatani kebutuhan di lapangan dengan kebijakan yang dirumuskan.

"Leading with your heart is important in a lot of ways. Ketika digunakan untuk hal yang positif, dampaknya juga akan positif," pungkasnya.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research