Wabup Gianyar ingatkan pentingnya peran Majelis Kebudayaan Bali.
REPUBLIKA.CO.ID, GIANYAR, – Wakil Bupati (Wabup) Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian dan inovasi kebudayaan Bali di tengah arus modernisasi dan digitalisasi. Pernyataan tersebut disampaikan saat pengukuhan Majelis Kebudayaan Bali (MKB) Gianyar pada Rabu.
Wabup Gianyar menekankan bahwa keberadaan majelis tersebut diharapkan tidak hanya sebagai simbol kelembagaan, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak dalam mempertahankan jati diri budaya Bali di era globalisasi. Ia mengajak majelis untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, desa adat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, MKB harus menjadi garda terdepan dalam pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Selain itu, ia juga mendorong generasi muda untuk mencintai, mempelajari, dan melestarikan warisan budaya leluhur. Kabupaten Gianyar diharapkan tetap menjadi pusat peradaban seni dan budaya di Bali yang dikenal hingga tingkat internasional.
Pemerintah Kabupaten Gianyar berkomitmen untuk mendukung pelestarian dan pengembangan kebudayaan melalui kebijakan, regulasi, dan penganggaran yang mendukung penguatan identitas budaya daerah. "Kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga fondasi masa depan. Jika budaya kuat, maka karakter masyarakat juga akan kuat," ujar Wabup Gianyar.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, menyatakan bahwa keberadaan MKB Gianyar menjadi strategis untuk koordinasi dan pelestarian nilai-nilai budaya Bali. Kepengurusan MKB periode 2025-2030 mencakup Ida Bagawan Blebar dari Puri Gianyar dan Prof Dr I Made Bandem sebagai penasehat, dengan Prof I Wayan Dibya sebagai Koordinator, serta Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar sebagai Sekretaris. Struktur ini didukung oleh pengurus harian, 10 komisi, dan koordinator per-kecamatan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 week ago
2












































