Jakarta, CNN Indonesia --
Video merekam penampakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinarasikan sebagai ikan bandeng mentah di Yogyakarta, viral di media sosial. Badan Gizi Nasional (BGN) membantah narasi tersebut.
BGN memastikan menu ikan bandeng MBG yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantul Sedayu Argosari, Daerah Istimewa Yogyakarta telah melalui proses pengolahan dan dalam kondisi matang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan bahwa ikan yang digunakan dalam menu MBG tersebut merupakan bandeng presto yang telah melalui proses pengolahan menggunakan metode pengukusan bertekanan tinggi.
"Bandeng yang didistribusikan adalah bandeng presto yang sudah melalui proses pengolahan dan pengukusan sehingga dalam kondisi matang dan aman dikonsumsi. Persepsi bahwa ikan tersebut mentah muncul karena secara visual bandeng presto memang masih menyerupai ikan segar," ujarnya.
Menu tersebut didistribusikan kepada 1.680 penerima manfaat pada Jumat (6/3) oleh SPPG yang dikelola Yayasan Patriot Bangsa Mandiri. Dalam paket makanan yang dibagikan, penerima manfaat mendapatkan roti pisang, bandeng presto kukus, tahu ungkep, serta tambahan buah jeruk porsi besar.
BGN juga telah melakukan penelusuran terhadap proses pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan di SPPG Bantul Sedayu Argosari. Dari hasil evaluasi internal, seluruh proses dinyatakan berjalan sesuai prosedur sebelum makanan disalurkan kepada penerima manfaat.
Menurut Nanik, kesalahpahaman tersebut juga dipengaruhi oleh belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai karakteristik olahan bandeng presto yang memang memiliki tampilan luar mirip ikan segar meskipun telah matang.
"Karena itu kami terus mendorong penguatan komunikasi di lapangan agar setiap menu yang didistribusikan dalam program MBG juga disertai informasi yang jelas kepada penerima manfaat maupun pihak sekolah," paparnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Bantul Sedayu Argosari Muhammad Labib Jalali Khumaidi menjelaskan pihaknya selama ini juga menyertakan petunjuk penyimpanan dan anjuran konsumsi dalam setiap distribusi makanan.
"Dalam setiap pendistribusian kami selalu melengkapi paket makanan dengan petunjuk penyimpanan dan konsumsi agar makanan dapat dinikmati dengan aman serta dipahami oleh penerima manfaat," ujar Labib.
(antara/wis)

3 hours ago
1













































