Usai Rekor Terlemah di Spot, Rupiah di Luar Negeri Tembus Rp17.000

9 hours ago 1

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

17 January 2026 13:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di sepanjang pekan ini. Rupiah bahkan telah menyentuh level Rp17.000/US$ pasar non-deliverable forward (NDF).

Merujuk data Refinitiv, pada Sabtu (17/1/2026) pukul 07.30 WIB, pergerakan rupiah di NDF menunjukkan 6M sudah berada di kisaran Rp17.010-Rp17.030 per dolar AS.

Rupiah NDFFoto: Refinitiv
Rupiah NDF

Sementara itu, 9M berada di Rp17.076,58-Rp17.082,42 dan 1Y di Rp17.140-Rp17.167 per dolar AS.

Sebagai catatan, pasar NDF kerap dibaca sebagai "perkiraan" arah kurs rupiah di luar negeri. Berbeda dengan pasar spot di dalam negeri, transaksi di NDF tidak melibatkan pertukaran rupiah secara fisik. Yang diperhitungkan hanya selisih untung-rugi, dan biasanya diselesaikan dalam dolar AS.

Karena itu, NDF sering digunakan investor global untuk lindung nilai sekaligus membaca ekspektasi pasar terhadap pergerakan rupiah ke depan.

Namun perlu digarisbawahi, angka rupiah di NDF bukan kurs spot resmi di pasar domestik. Angka ini lebih mencerminkan ekspektasi pasar.

Ketika tenor 6 bulan hingga 1 tahun sudah berada di atas Rp17.000/US$, artinya pelaku pasar global melihat rupiah berpotensi tetap tertekan dalam beberapa waktu ke depan. Sinyal ini bisa ikut memengaruhi sentimen, karena pasar akan menilai apakah tekanan dari luar negeri berpotensi menular ke pergerakan rupiah di dalam negeri.

Rupiah Cetak Level Terlemah Sepanjang Masa di Spot

Sementara itu di pasar spot, pada perdagangan terakhir pekan ini, Kamis (15/1/2026), rupiah ditutup melemah 0,15% ke level Rp16.880/US$.

Posisi ini sekaligus menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang masa, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 24 April 2025, ketika rupiah ditutup di level Rp16.865/US$.

Rekor ini mempertegas tekanan rupiah masih berlanjut di awal 2026. Dari total 10 hari perdagangan sepanjang tahun berjalan, rupiah hanya mampu menguat satu kali, sementara sisanya tertekan seiring penguatan dolar AS. Alhasil, secara year to date (YtD), rupiah tercatat melemah 1,26% terhadap greenback.

Adapun, secara kumulatif sepekan, rupiah melemah 0,51%.

Review Mata Uang Asia Sepekan

Jika dibandingkan dengan mata uang Asia lainnya, mayoritas memang ikut melemah terhadap dolar AS sepanjang pekan ini.

Pelemahan terdalam dipimpin won Korea Selatan yang turun 1,12% dan berakhir di level KRW 1.473,29/US$. Kinerja rupiah berada tepat di bawahnya. Selanjutnya, peso Filipina melemah 0,27% dan ditutup di level PHP 59,334/US$.

Baht Thailand, dolar Singapura, dan yen Jepang juga melemah, masing-masing 0,26%, 0,14%, dan 0,13%. Dolar Taiwan serta dong Vietnam turun tipis, masing-masing 0,05% dan 0,04% ke level TWD 31,6/US$ dan VND 26.235/US$.

Di sisi lain, ringgit Malaysia dan yuan China justru menguat. Ringgit naik 0,37% ke level MYR 4,05/US$, sementara yuan menguat 0,13% dan menutup pekan ini di level CNY 6,96/US$.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research