Truk 37 Ton Terperosok di Puri Kembangan Belum Bisa Dievakuasi

1 week ago 5

Truk terperosok di Puri Kembangan masih belum bisa dievakuasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Sebuah truk bermuatan 37 ton terperosok ke selokan di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat, pada Jumat pagi dan hingga tengah malam belum berhasil dievakuasi. Insiden ini mengakibatkan kemacetan parah di lokasi.

Pada pukul 23.57 WIB, truk berwarna hijau tersebut masih miring ke kiri dan memakan sebagian besar badan jalan. Sejumlah warga sekitar turut membantu mengatur lalu lintas akibat kemacetan yang terjadi sejak pagi hari.

Menurut keterangan Adi, seorang warga setempat, "Dari subuh sudah jeblos. Tadi pagi macetnya parah, karena jalannya jadi sempit."

Petugas Unit Lalu Lintas Polsek Kembangan, Aipda Zulkarnain, menjelaskan bahwa proses evakuasi terhambat oleh berat muatan dan kondisi di lokasi yang kurang aman. "Dari pagi sudah kita upayakan pakai derek besar Dishub (Dinas Perhubungan), tapi tidak mampu. Crane juga sempat mau bantu, tapi ada kabel listrik di atas, takut tersengat listrik, itu bahaya," jelasnya.

Muatan truk yang berisi puluhan ton keramik menambah kesulitan dalam proses evakuasi. "Muatan sekitar 37 ton, itu belum termasuk berat kendaraannya. Jadi memang memberatkan untuk evakuasi," tambahnya.

Saat ini, petugas sedang menunggu kedatangan forklift berkapasitas sekitar 25 ton dari wilayah Cengkareng untuk membantu proses evakuasi. "Kita tunggu forklift dari Cengkareng. Mudah-mudahan bisa segera berhasil dievakuasi malam ini," imbuhnya.

Insiden ini bermula ketika sopir truk diduga salah mengambil jalur setelah mengikuti arahan seorang pengendara motor yang juga tidak mengetahui kondisi jalan. Lokasi tersebut merupakan bekas galian, menyebabkan tanah tidak mampu menahan beban truk yang berat. "Kalau tidak cepat dievakuasi, kasihan masyarakat. Dampaknya tadi pagi sudah luar biasa. Semoga malam ini bisa kita selesaikan," harap Zulkarnain.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research