Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia masih kekurangan alat untuk mendeteksi penyakit kanker secara akurat dan presisi. Padahal, risiko penyakit kanker di Tanah Air terus meningkat setiap tahunnya.
Asal tahu saja, lebih dari 7 dari 10 pasien kanker di Indonesia didiagnosis berada di level stadium lanjut. Hal ini mengindikasikan adanya risiko penurunan tingkat kelangsungan hidup secara signifikan sekaligus meningkatkan kompleksitas penyakit dan biaya pengobatan. Alhasil, kini teknologi diagnostik canggih seperti PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan semakin dibutuhkan.
Guna menjawab kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) berupaya memperkuat layanan onkologi yang komprehensif dan terintegrasi dengan menghadirkan dua teknologi Scan dengan kemampuan diagnosis yang lebih akurat dan terapi yang lebih presisi serta personal, paparan radiasi yang lebih rendah (low radiation), waktu pemindaian yang lebih cepat, kualitas gambar beresolusi tinggi, serta alur kerja yang lebih efisien untuk mendukung hasil penanganan pasien yang lebih optimal.
Chief Medical Officer Mayapada Healthcare, Dini Handayani menyadari, kebutuhan masyarakat terhadap PET CT Scan semakin bertambah dari tahun ke tahun, lantaran jumlah pasien kanker terus meningkat. Dirinya bilang, risiko kanker yang paling tinggi biasanya ada di bagian breast atau payudara, dan kolorektal atau usus. Risiko kanker paru-paru juga tinggi, terutama bagi kaum laki-laki.
"Tiga mungkin ini tertinggi kanker tertinggi yang ada di Indonesia kalau perempuan mungkin lanjutannya nanti adalah serviks biasanya. Untuk mampu membantu penanganan kanker secara lebih terpadu maka Mayapada Jakarta Selatan ini dan juga nanti Mayapada lain yang akan punya PET CT ke depan, ada Tangerang, kemudian ada Surabaya dan juga ada Bandung dalam 1-2 tahun ke depan," ujar Dini dalam Konferensi Pers Peluncuran PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan, Jumat (24/4/2026).
Sementara itu, Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Fiktorius Kuludong mengatakan, melalui Onkologi Center, Mayapada Hospital Jakarta Selatan memiliki layanan Comprehensive Integrated Cancer Care atau perawatan kanker yang komprehensif dan terintegrasi.
Layanan ini ditujukan untuk memudahkan pasien pengidap kanker mulai dari tahap awal pemeriksaan, diagnosa, tindakan operatif, dan lainnya. Kehadiran teknologi PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan membuat tatalaksana pelayanan kanker di Mayapada Hospital Jakarta Selatan semakin komplit.
Dia menyebut, salah satu hal yang membedakan Mayapada Hospital Jakarta Selatan dengan rumah sakit lainnya yakni adanya keberadaan pasien navigator yang terdiri dari dokter dan tim perawat berpengalaman untuk mendampingi pasien kanker selama masa perawatan.
Selain itu, Mayapada Hospital Jakarta juga didukung oleh dokter-dokter dengan multidisiplin ilmu yang komplit dan kompak, sehingga dapat mendiagnosa penyakit kanker secara terpadu.
"Dengan hadirnya PET-CT dan SPECT-CT Scan ini, juga menambah laksana alat-alat yang ada di Mayapada Hospital Jakarta Selatan ini, alat-alat teknologi advance," imbuh dia.
Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir dan Onkologi Konsultan Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Lim Andreas menjelaskan, PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan bertujuan untuk meningkatkan hasil pemeriksaan untuk pasien, terutama pasien kanker onkologi, itu supaya lebih baik dan akurat. Alhasil, pihak dokter bisa lebih mudah dalam menangani maupun mengobati pasien kanker.
Setelah pemeriksaan tersebut, pasien dapat langsung menjalani perawatan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan tidak perlu pindah-pindah ke rumah sakit.
"Untuk PET ini sendiri, dia sangat tinggi akurasinya, bisa di atas 99,8, bahkan hampir 99 persen untuk akurasi dan dia untuk menilai penyebaran pun sangat bagus, karena yang kita foto itu di alat ini adalah satu badan. Jadi dari ujung kepala ke ujung kaki," jelasnya.
Di lain pihak, President Director Siemens Healthineers Indonesia, Alfred Fahringer mengatakan, National Cancer Control Plan (NCCP) secara tegas bakal selalu memprioritaskan peningkatan akses terhadap layanan diagnostik yang komprehensif, termasuk pencitraan klinis sebagai strategi nasional untuk mengetahui tingginya kasus kanker stadium lanjut.
Namun demikian, kata dia, keterbatasan ketersediaan teknologi pencitraan diagnostik tingkat lanjut masih menjadi hambatan struktural bagi deteksi dini dan intervensi tepat waktu untuk penyakit kanker di Indonesia.
"Sebagai salah satu jaringan layanan kesehatan swasta terkemuka di Indonesia dengan infrastruktur yang kuat, Mayapada Healthcare Group bermitra dengan Siemens Healthineers untuk menjawab tantangan ini dengan memperluas akses terhadap diagnostik berkualitas tinggi dan pengobatan yang efektif sekaligus meningkatkan efisiensi serta alur kerja klinis," pungkas dia.
(dpu/dpu)
Addsource on Google














































