Jakarta, CNN Indonesia --
Militer Israel menggempur wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon, di mana di sana terdapat pos jaga pasukan perdamaian PBB atau UNIFIL akhir pekan lalu.
UNIFIL menyampaikan ada prajurit tersebut meninggal dunia akibat terkena ledakan proyektil di pos mereka. Selain itu, sejumlah personel terluka imbas serangan tersebut.
Mabes TNI menyatakan insiden itu menimpa Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/ UNIFIL. Ada prajurit TNI jadi korban tewas, dan ada yang jadi korban luka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban tewas adalah Praka Farizal Rhomadhon, di mana jenazahnya sedang dipersiapkan untuk dipulangkan ke Indonesia.
Sementara itu prajurit RI yang terluka, Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan mereka mendapatkan perawatan medis di lokasi.
Aulia menyampaikan Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.
"Dalam penanganan, dua orang prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL. Sementara itu, satu org prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan," kata Aulia dalam keterangannya, Senin (30/3).
Selain perawatan bagi prajurit yang terluka, Aulia menyampaikan bagi Praka Farizal Rhomadhon yang gugur kini disemayamkan di East Sector Headquaters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu KBRI Beirut.
Kabar gugurnya seorang anggota TNI ini sebelumnya dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres. Serangan oleh pasukan Israel itu terjadi di dekat Adchit Al Qusayr.
Lewat akun media sosial X resmi, Guterres menyampaikan kutukan keras atas serangan yang menewaskan satu personel TNI yang tergabung dalam UNIFIL tersebut.
"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis Guterres.
"Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Saya berharap agar penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya. Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," ia melanjutkan pernyataannya.
(mnf/kid)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
1












































