Titiek Soeharto Dorong Ekspor Beras dan Jagung Usai Swasembada

19 hours ago 4

Titiek Soeharto dorong ekspor beras dan jagung usai swasembada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, yang dikenal sebagai Titiek Soeharto, mendorong ekspor beras dan jagung setelah Indonesia mencapai swasembada dua komoditas pangan strategis tersebut. Dalam acara Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 di Bekasi, Kamis, Titiek mengungkapkan harapannya agar ekspor bisa dilakukan pada tahun 2026.

Menurut Titiek, capaian swasembada ini membuka peluang ekspor yang dapat meningkatkan perekonomian petani dan bangsa. Ia memotivasi petani untuk terus meningkatkan produktivitas demi menjaga ketahanan pangan dan memberi nilai tambah ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Titiek mengajak petani jagung untuk berbangga atas keberhasilan nasional dan terus bekerja keras menjaga semangat swasembada sambil mempersiapkan kualitas produksi untuk pasar ekspor global yang kompetitif.

Titiek juga menyampaikan rasa syukur atas pencanangan Presiden Prabowo Subianto mengenai swasembada beras dan jagung, serta memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas capaian strategis ini yang penting bagi rakyat Indonesia.

Dia juga mengapresiasi kontribusi Kepolisian Republik Indonesia yang mendukung terwujudnya swasembada jagung. Produksi jagung nasional mencapai 16,1 juta ton, dengan sekitar 20 persen berasal dari kontribusi kepolisian.

Dengan produksi 16,1 juta ton dan konsumsi sekitar 15,6 juta ton, Indonesia mencatat surplus jagung 0,5 juta ton sebagai modal ekspor, menurut data pemerintah terkini.

Titiek turut berdialog dengan Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Andi Rian Jayadi, mengenai progres produksi jagung di wilayah Sumsel.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengumumkan Indonesia mencapai swasembada pangan pada tahun 2025 saat menghadiri panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research