Tingkatkan Kepercayaan Muzaki, Baznas Kabupaten Kediri Kumpulkan ZIS Rp7,6 Miliar di 2025

1 day ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Komitmen terhadap transparansi dalam pengelolaan zakat terbukti mampu mendongkrak kepercayaan dan kontribusi masyarakat. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mencatat prestasi gemilang dengan berhasil menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp7,6 miliar sepanjang tahun 2025. Capaian ini jauh melampaui target yang ditetapkan Baznas Jatim sebesar Rp4,6 miliar, atau terealisasi 166%.

Pencapaian ini diapresiasi oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Ia menekankan bahwa keterbukaan laporan dari Baznas menjadi kunci utama meningkatnya kepercayaan para muzaki (pemberi zakat). “Ini sangat luar biasa kenaikannya. Keterbukaan ini sangat penting karena muzaki menjadi tahu apa yang mereka salurkan benar-benar tersalurkan,” ujarnya usai bertemu pimpinan Baznas setempat, Rabu (tanggal). Bupati menambahkan bahwa tren peningkatan pengumpulan ZIS dari tahun ke tahun merupakan indikator yang sangat positif.

Realisasi Rp7,6 miliar pada 2025 ini bahkan mengungguli capaian tahun sebelumnya (2024) yang sebesar Rp7,4 miliar dari target Rp4,5 miliar. Bupati berharap, dengan tertibnya seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap perangkat daerah (OPD) dalam menyetorkan dana, target ke depan akan terus meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Potensi zakat nasional sebenarnya sangat besar, jauh dari angka yang terhimpun saat ini. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa potensi zakat di Indonesia dapat mencapai ratusan triliun rupiah per tahun. Optimalisasi penghimpunan melalui lembaga amil zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel seperti yang ditunjukkan Baznas Kabupaten Kediri menjadi kunci untuk menggerakkan potensi masif ini menjadi kekuatan nyata pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan.

Ketua Baznas Kabupaten Kediri, HM. Iffatul Lathoif atau yang akrab disapa Gus Thoif, memaparkan bahwa dana ZIS yang terkumpul didistribusikan untuk beragam program. Bantuan tersebut antara lain paket sembako dan biaya hidup untuk duafa, makanan bergizi, beasiswa bagi santri dan siswa, serta program ‘Satu Keluarga Satu Sarjana’ yang saat ini membina 82 keluarga dan ditargetkan meningkat menjadi 100 binaan.

“Distribusi juga kami lakukan untuk bantuan biaya hidup fakir dan lansia rutin, bantuan untuk marbot, santunan yatim piatu, bedah rumah/RTLH, bantuan mualaf, sarana prasarana pendidikan dan masjid/musala, biaya transportasi berobat rutin, hingga alat bantu jalan,” jelas Gus Thoif.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena pengelolaan ZIS di Kabupaten Kediri termasuk salah satu yang di Jawa Timur telah diaudit oleh auditor Kementerian Agama. Hasil audit tersebut, menurutnya, menunjukkan hasil yang baik. “Untuk Jawa Timur yang siap diaudit salah satunya Kabupaten Kediri, alhamdulillah secara umum baik,” pungkasnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research