Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan alasan tiang-tiang proyek monorel yang mangkrak di kawasan Senayan, Jakarta Pusat belum dibongkar pihaknya.
Rano mengatakan tiang monorel di Senayan itu tak dibongkar seperti yang di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan karena bukan kewenangan Pemprov DKI.
Ia mengatakan pembongkaran tiang-tiang monorel di kawasan Senayan itu adalah kewenangan Sekretariat Negara (Setneg).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Senayan yang saya ingat, yang saya tahu itu adalah wewenang Setneg," ungkap Rano di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/1).
Kendati demikian, Rano menjelaskan Pemprov DKI tetap berupaya kemungkinan pemanfaatan sejumlah tiang monorel di kawasan Senayan, salah satunya untuk reklame atau videotron.
Namun, pemanfaatan tersebut tidak dilakukan kepada seluruh tiang dan masih memerlukan koordinasi dengan pemerintah pusat.
"Tapi kita juga sedang mencoba agar memang dari beberapa tiang yang ada bisa digunakan untuk reklame. Tapi kan mungkin tidak semua," tuturnya.
Sementara untuk pembongkaran tiang-tiang monorel di Rasuna Said, Rano mengatakan anggarannya adalah Rp254 juta. Kemudian, pihaknya akan melakukan penataan infrastruktur sepanjang jalan di kawasan Kuningan itu hingga Menteng, Jakarta Pusat.
Di sepanjang Jalan Rasuna Said, ada total 109 tiang yang akan dibongkar. Pemprov menyiapkan anggaran sekitar Rp254 juta untuk membongkarnya.
Namun untuk keseluruhan termasuk penataan pedestrian, taman dan jalan, Pemprov menyediakan total anggaran Rp102 miliar.
"Makanya kenapa tiba-tiba anggaran ini Rp100 miliaran, Rp.100 miliar itu bukan buat biaya tebang monorel. Kalau tebang monorel cuma Rp. 254 juta. Tapi untuk membuat infrastruktur sepanjang dari mulai Menteng sampai ujung," ujar Rano yang juga populer dengan karakter film Si Doel itu.
(nat/kid)

2 hours ago
1





































